Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Waspada! Ini 7 Penyebab dan Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diketahui

Elna Malika • Senin, 28 April 2025 | 20:55 WIB
Waspada! Ini 7 Penyebab dan Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diketahui
Waspada! Ini 7 Penyebab dan Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diketahui
 
JP Radar Nganjuk – Keracunan makanan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
 
Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada sejumlah faktor penyebab dan gejala yang perlu diwaspadai untuk mencegah dampak lebih serius.
 
Berikut tujuh penyebab utama serta tanda-tanda keracunan makanan yang harus diperhatikan.
Penyebab Keracunan Makanan
  1. Kontaminasi oleh Pekerja Makanan yang Tidak Higienis
    Menurut CDC, pekerja makanan yang tidak menjaga kebersihan dapat menjadi sumber kontaminasi.
     
    Misalnya, seorang pekerja yang terinfeksi virus atau bakteri, seperti norovirus, dapat mencemari makanan jika tidak mengganti sarung tangan setelah bersin atau batuk, lalu menyentuh makanan yang siap disajikan.
  2. Makanan Tidak Dimasak dengan Sempurna
    Makanan mentah atau setengah matang, terutama daging dan telur, berisiko tinggi mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli.
    Proses memasak yang tidak memadai gagal membunuh patogen tersebut, sehingga dapat memicu keracunan.
  3. Penyimpanan Makanan yang Tidak Sesuai
    Makanan yang disimpan pada suhu yang tidak tepat, seperti terlalu lama berada di suhu ruangan, memungkinkan pertumbuhan bakteri.
    Mayo Clinic menyebutkan bahwa suhu antara 4°C hingga 60°C adalah zona bahaya bagi perkembangan mikroorganisme.
     
     
    Baca Juga: Update Kasus Keracunan Desa Tanjungkalang Ngronggot Nganjuk, Satu Korban Meninggal Dunia
  4. Kontaminasi Silang
    Kontaminasi silang terjadi ketika makanan mentah, seperti daging, bersentuhan dengan makanan siap saji.
    Penggunaan alat masak yang sama tanpa dibersihkan juga dapat memindahkan bakteri berbahaya ke makanan lain.
  5. Kontaminasi oleh Orang Selain Pekerja Makanan
    CDC mencatat bahwa individu selain pekerja makanan, seperti tamu atau pelanggan yang terinfeksi, dapat mencemari makanan siap saji.
    Contohnya, seseorang yang membawa patogen menyentuh makanan di acara bersama, lalu makanan tersebut dikonsumsi orang lain.
  6. Penggunaan Bahan Makanan yang Sudah Terkontaminasi
    Bahan makanan yang sudah terkontaminasi sejak awal, seperti sayuran yang dicuci dengan air kotor atau seafood yang terpapar racun alami, juga menjadi penyebab keracunan. Bakteri seperti Vibrio pada seafood mentah sering menjadi pemicu.
  7. Kurangnya Kebersihan Peralatan Masak
    Peralatan masak yang tidak dicuci bersih setelah digunakan untuk makanan mentah dapat menjadi sarang bakteri. Hal ini memungkinkan patogen menempel pada makanan yang diproses berikutnya.

Gejala Keracunan Makanan

Keracunan makanan biasanya menunjukkan gejala dalam beberapa jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Mayo Clinic menyebutkan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:
Untuk mencegah keracunan makanan, CDC menyarankan langkah-langkah seperti mencuci tangan dan peralatan masak secara rutin, memisahkan makanan mentah dan matang, serta memasak makanan pada suhu yang aman.
 
Jika gejala muncul, segera konsumsi air untuk mencegah dehidrasi dan konsultasikan ke dokter jika kondisi memburuk, terutama jika diare berdarah atau demam tinggi berlangsung lebih dari tiga hari.
 
Kesadaran terhadap faktor penyebab dan gejala keracunan makanan sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko gangguan kesehatan akibat makanan dapat diminimalkan.
Editor : Elna Malika
#cdc #higienis #terkontaminasi #keracunan makanan #radar nganjuk berita hari ini #Tanda-tanda #waspada #kebersihan #penyebab #gejala