JP Radar Nganjuk – Keracunan makanan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada sejumlah faktor penyebab dan gejala yang perlu diwaspadai untuk mencegah dampak lebih serius.
Berikut tujuh penyebab utama serta tanda-tanda keracunan makanan yang harus diperhatikan.
Penyebab Keracunan Makanan
- Kontaminasi oleh Pekerja Makanan yang Tidak Higienis
Menurut CDC, pekerja makanan yang tidak menjaga kebersihan dapat menjadi sumber kontaminasi.Misalnya, seorang pekerja yang terinfeksi virus atau bakteri, seperti norovirus, dapat mencemari makanan jika tidak mengganti sarung tangan setelah bersin atau batuk, lalu menyentuh makanan yang siap disajikan. - Makanan Tidak Dimasak dengan Sempurna
Makanan mentah atau setengah matang, terutama daging dan telur, berisiko tinggi mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli.Proses memasak yang tidak memadai gagal membunuh patogen tersebut, sehingga dapat memicu keracunan. - Penyimpanan Makanan yang Tidak Sesuai
Makanan yang disimpan pada suhu yang tidak tepat, seperti terlalu lama berada di suhu ruangan, memungkinkan pertumbuhan bakteri.Mayo Clinic menyebutkan bahwa suhu antara 4°C hingga 60°C adalah zona bahaya bagi perkembangan mikroorganisme.Baca Juga: Update Kasus Keracunan Desa Tanjungkalang Ngronggot Nganjuk, Satu Korban Meninggal Dunia - Kontaminasi Silang
Kontaminasi silang terjadi ketika makanan mentah, seperti daging, bersentuhan dengan makanan siap saji.Penggunaan alat masak yang sama tanpa dibersihkan juga dapat memindahkan bakteri berbahaya ke makanan lain. - Kontaminasi oleh Orang Selain Pekerja Makanan
CDC mencatat bahwa individu selain pekerja makanan, seperti tamu atau pelanggan yang terinfeksi, dapat mencemari makanan siap saji.Contohnya, seseorang yang membawa patogen menyentuh makanan di acara bersama, lalu makanan tersebut dikonsumsi orang lain. - Penggunaan Bahan Makanan yang Sudah Terkontaminasi
Bahan makanan yang sudah terkontaminasi sejak awal, seperti sayuran yang dicuci dengan air kotor atau seafood yang terpapar racun alami, juga menjadi penyebab keracunan. Bakteri seperti Vibrio pada seafood mentah sering menjadi pemicu. - Kurangnya Kebersihan Peralatan Masak
Peralatan masak yang tidak dicuci bersih setelah digunakan untuk makanan mentah dapat menjadi sarang bakteri. Hal ini memungkinkan patogen menempel pada makanan yang diproses berikutnya.
Gejala Keracunan Makanan
Keracunan makanan biasanya menunjukkan gejala dalam beberapa jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Mayo Clinic menyebutkan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Mual dan muntah yang muncul tiba-tiba.
- Diare, yang bisa disertai darah pada kasus berat.
- Sakit perut atau kram yang intens.
- Demam ringan hingga tinggi, tergantung jenis patogen.
- Kelelahan dan lemas akibat dehidrasi.
- Pusing atau sakit kepala sebagai efek samping.
- Pada kasus tertentu, seperti infeksi Staphylococcus, gejala bisa muncul sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam, dengan muntah sebagai tanda utama.
Untuk mencegah keracunan makanan, CDC menyarankan langkah-langkah seperti mencuci tangan dan peralatan masak secara rutin, memisahkan makanan mentah dan matang, serta memasak makanan pada suhu yang aman.
Jika gejala muncul, segera konsumsi air untuk mencegah dehidrasi dan konsultasikan ke dokter jika kondisi memburuk, terutama jika diare berdarah atau demam tinggi berlangsung lebih dari tiga hari.
Kesadaran terhadap faktor penyebab dan gejala keracunan makanan sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko gangguan kesehatan akibat makanan dapat diminimalkan.
Editor : Elna Malika