Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sayangi Si Meong dengan Benar! Ini 7 Kesalahan Umum Pemilik Kucing yang Bisa Mengancam Kesehatannya

Redaksi Radar Nganjuk • Sabtu, 10 Mei 2025 | 03:52 WIB
Ilustrasi seekor kucing sedang bermain dengan pemiliknya.
Ilustrasi seekor kucing sedang bermain dengan pemiliknya.

JP Radar Nganjuk – Kucing kini tak hanya menjadi hewan peliharaan, tetapi juga bagian dari keluarga bagi para pemiliknya.

Namun, di balik tingkah lucunya, ternyata banyak pemilik kucing yang secara tak sadar justru melakukan kesalahan dalam merawatnya.

Kesalahan-kesalahan kecil ini, jika terus dibiarkan, bisa berdampak buruk bagi kesehatan si meong kesayangan.

Berikut ini adalah tujuh kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemilik kucing, lengkap dengan dampaknya:

1. Memberi Makanan Manusia Secara Sembarangan

Kucing memang kadang suka mencuri lauk di meja makan, tapi bukan berarti aman untuk dikonsumsi.

Makanan manusia seperti ikan goreng, sisa ayam berbumbu, hingga susu sapi bisa menyebabkan gangguan pencernaan, obesitas, bahkan keracunan pada kucing.

2. Jarang Membersihkan Kotak Pasir (Litter Box)

Kotak pasir yang kotor bisa membuat kucing stres dan memilih buang air sembarangan. Selain itu, kotak yang tidak dibersihkan rutin bisa menyebarkan bakteri dan menyebabkan infeksi saluran kemih.

3. Tidak Memberikan Vaksin dan Pemeriksaan Rutin

Banyak pemilik kucing yang merasa cukup memberi makan, tapi lupa bahwa kucing juga butuh vaksinasi dan kontrol rutin ke dokter hewan. Tanpa vaksin, kucing rentan terkena penyakit seperti panleukopenia dan flu kucing yang bisa menular ke kucing lain di sekitarnya.

 

4. Menganggap Kucing Tak Perlu Diberi Air Banyak

Kucing dikenal jarang minum, tapi itu bukan berarti mereka tak butuh air. Kekurangan cairan bisa menyebabkan masalah ginjal, yang sangat umum terjadi pada kucing usia dewasa. Pastikan selalu tersedia air bersih dan segar.

5. Tidak Mensterilkan Kucing

Banyak pemilik kucing yang enggan mensterilkan karena mitos atau alasan kasihan. Padahal, sterilisasi membantu mencegah penyakit serius, seperti kanker rahim atau testis, serta mengurangi kebiasaan kucing jantan berkelahi dan ‘kencing sembarangan’ untuk menandai wilayah.

6. Tidak Menyediakan Tempat Bermain dan Aktivitas

Kucing yang hanya tidur dan makan berisiko mengalami obesitas dan stres. Mereka butuh stimulasi lewat mainan, tempat memanjat, dan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mentalnya.

7. Mengabaikan Perubahan Perilaku

Jika kucing tiba-tiba menjadi pendiam, agresif, atau berhenti makan, jangan dianggap sepele. Ini bisa menjadi tanda awal penyakit yang serius. Perhatikan selalu perubahan kecil pada perilaku si kucing.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kucing #makanan kucing #Berita Hari Ini #kesehatan kucing #radar nganjuk #hewan peliharaan