Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Sipnosis Film Cocote Tonggo, Karya Terbaru Dari Bayu Skak Tentang Komedi Jawa yang Penuh Makna

Elna Malika • Minggu, 11 Mei 2025 | 06:10 WIB
Poster film Cocote Tonggo
Poster film Cocote Tonggo

JP Radar Nganjuk - Film Cocote Tonggo, karya terbaru sutradara dan aktor Bayu Skak, hadir sebagai komedi sosial yang kental dengan nuansa budaya Jawa.

Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2025, film ini mengusung cerita yang jenaka sekaligus menyentuh, menggambarkan dinamika kehidupan bertetangga di Kota Solo.

Diproduksi oleh SKAK Studios dan Tobali Film, Cocote Tonggo menawarkan sindiran cerdas tentang tekanan sosial dan budaya gosip yang kerap mewarnai kehidupan masyarakat.

Mengambil inspirasi dari ungkapan Jawa “urip ora mung nuruti cocote tonggo” (hidup tak hanya mengikuti omongan tetangga), film ini berfokus pada kehidupan Luki (Dennis Adhiswara) dan Murni (Ayushita), sepasang suami-istri yang mengelola usaha jamu kesuburan warisan keluarga.

Ironisnya, meski menjual jamu untuk membantu pasangan lain memiliki anak, mereka sendiri belum dikaruniai keturunan setelah bertahun-tahun menikah. Hal ini membuat mereka menjadi bahan gunjingan tetangga, yang dengan enteng mengomentari kehidupan pribadi mereka.

Untuk menyelamatkan reputasi usaha dan citra keluarga, Luki dan Murni nekat berpura-pura hamil, bahkan mengakui seorang bayi yang mereka temukan sebagai anak mereka sendiri.

Keputusan ini memicu serangkaian situasi kocak, namun juga mengungkap luka emosional dan tekanan psikologis yang mereka hadapi.

Dengan latar Kota Solo, Cocote Tonggo menghadirkan kekayaan budaya Jawa Mataraman melalui dialog yang 60-80% menggunakan bahasa Jawa khas Solo, dipadukan dengan bahasa Indonesia.

Lokasi syuting di kawasan bersejarah seperti Kampung Batik Laweyan dan Lokananta memperkuat nuansa lokal yang autentik.

Didukung oleh aktor ternama seperti Asri Welas, Furry Setya, Sundari Soekotjo, dan Bayu Skak sendiri, film ini memadukan humor khas Jawa dengan pesan sosial yang mendalam, terutama tentang dampak buruk budaya “kepo” dan stigma terhadap pasangan tanpa anak.

Bayu Skak, yang dikenal lewat kesuksesan Yowis Ben dan Sekawan Limo, menggarap Cocote Tonggo dengan pendekatan yang cerdas dan membumi.

Film ini tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengajak penonton merenungkan bagaimana omongan tetangga, meski tampak sepele, bisa memberikan tekanan besar, terutama pada perempuan.

“Film ini ingin menunjukkan bahwa kita bisa menghadapi tekanan sosial dengan cara yang positif, bahkan dengan tawa,” ujar Bayu.

Dengan perpaduan komedi situasional, akting yang kuat, dan kritik sosial yang relevan, Cocote Tonggo siap menjadi tontonan yang menghibur sekaligus menggugah kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya empati dalam kehidupan bertetangga. Saksikan kisah Luki dan Murni di bioskop mulai 15 Mei 2025

Editor : Elna Malika
#komedi #pasangan #jamu #Cocote Tonggo #budaya jawa #radar nganjuk berita hari ini #yowis ben #kesuburan #film #Sekawan Limo #gosip #karya #nuansa #bayu skak #ayushita #sosial #anak #dennis adhiswara #bioskop indonesia #kota solo