Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

6 Kemampuan Mengagumkan Bayi Baru Lahir yang Jarang Diketahui Orang Tua

Jauhar Yohanis • Jumat, 16 Mei 2025 | 21:48 WIB
Bayi punya kecerdasan mengenali lingkungan
Bayi punya kecerdasan mengenali lingkungan

JP Radar Kediri- Siapa sangka, sosok mungil yang baru saja lahir ke dunia ternyata menyimpan segudang kemampuan yang luar biasa. Di balik senyumnya yang polos dan kebiasaannya menggenggam jari orang tuanya, bayi baru lahir sejatinya adalah ‘ilmuwan kecil’ dengan naluri dan potensi yang mengejutkan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi bisa memahami emosi, menyerap bahasa asing, bahkan menunjukkan tanda-tanda logika matematika.

Menurut para ahli, jika orang tua mampu mengenali dan mengarahkan kemampuan alami ini sejak dini, potensi si kecil bisa berkembang luar biasa.

Berikut enam kemampuan alami bayi yang bisa mulai dikenali dan dikembangkan sejak usia dini:

1. Mengenali Emosi

Sejak berusia beberapa bulan, bayi sudah bisa membedakan ekspresi wajah bahagia dan sedih. “Mereka bisa merasakan suasana hati orang di sekitarnya, bahkan menunjukkan empati,” jelas Alison Gopnik, PhD, penulis The Philosophical Baby.

Satu studi menunjukkan bahwa bayi cenderung memilih tokoh yang “ditindas” dalam video animasi, menandakan bahwa mereka peka terhadap ketidakadilan.

Tips untuk Orang Tua

Tunjukkan emosi dengan jujur. Bayi belajar lebih dari intonasi dan ekspresi wajah Anda dibandingkan dari kata-kata. Jadi, tak perlu berpura-pura suka sayur saat Anda sebenarnya tidak menikmatinya—si kecil bisa tahu!

2. "Ngobrol" Lewat Gerakan Tangan

Bayi sering menggerakkan tangan sebagai bentuk komunikasi. Karena itulah, mengajarkan bahasa isyarat bayi bisa jadi langkah awal komunikasi dua arah yang efektif.

Linda Acredolo, PhD, penulis Baby Signs, menyebut bahwa bayi yang diajarkan bahasa isyarat cenderung lebih cepat bicara, punya kosakata lebih banyak, dan percaya diri tinggi.

Tips untuk Orang Tua

Ajarkan isyarat sederhana seperti "makan", "minum", "tidur", "lagi", atau "basah". Lakukan isyarat sambil mengucapkan kata tersebut agar si kecil bisa mengaitkannya.

3. Mengerti Matematika Dasar

Penelitian menunjukkan bahwa bayi usia 6 hingga 9 bulan sudah bisa memahami konsep pengurangan. Mereka bisa menunjukkan reaksi kaget saat jumlah yang mereka lihat tidak sesuai logika.

Bahkan, dalam percobaan lain, bayi bisa mengenali bahwa bola-bola yang keluar dari kotak tidak sesuai dengan proporsi isi kotak—tanda adanya pemahaman statistik dasar.

Tips untuk Orang Tua:

Ajak bayi bermain dengan mainan sederhana seperti balok, kotak, atau benda yang bisa disusun. Ajak mereka bermain "cilukba" atau menyembunyikan benda, untuk melatih logika sebab-akibat.

4. Belajar Bahasa Kedua

Bayi punya kemampuan alami menyerap lebih dari satu bahasa. Bahkan, sebelum usia 2 tahun, mereka bisa membedakan dua bahasa yang berbeda.

Menurut penelitian, paparan minimal 10–25% dalam bahasa kedua cukup untuk membantu bayi menjadi bilingual.

Tips untuk Orang Tua:

Jika ada anggota keluarga yang bisa berbicara dalam bahasa kedua, gunakan dalam percakapan sehari-hari. Tak perlu kursus mahal—yang penting adalah konsistensi dalam penggunaan bahasa di rumah.

5. Mengenali Wajah

Bayi sudah mengenali wajah orang tua dalam beberapa minggu pertama. Memasuki usia 5 hingga 8 bulan, mereka mulai membedakan wajah orang asing dan orang yang dikenal.

Namun, kemampuan ini bisa menurun jika tidak dilatih, terutama dalam mengenali wajah dari berbagai latar budaya.

Tips untuk Orang Tua:

Perlihatkan berbagai jenis wajah melalui buku atau majalah. Buku seperti Baby Faces bisa membantu bayi mengenali ekspresi dan bentuk wajah dari berbagai latar belakang.

6. Merespons Musik

Bayi punya kemampuan mengenali irama sejak lahir. Mereka bisa mengantisipasi pola ritme dalam lagu dan seringkali ikut bergerak mengikuti nada.

Menurut penelitian, bayi akan lebih responsif terhadap musik jika orang tua ikut menyanyi atau bergoyang bersama mereka.

Tips untuk Orang Tua:

Ajak bayi bergoyang lembut mengikuti musik, nyanyikan lagu anak-anak, dan gunakan ritme untuk memperkenalkan bagian tubuh atau aktivitas sehari-hari.

 

Sumber:
Berbagai jurnal dan studi ilmiah termasuk The Philosophical Baby, National Academy of Sciences, serta pakar perkembangan anak dan neurologi bayi.

Editor : Jauhar Yohanis
#bayi baru lahir #bahasa #orang tua #musik