JP Radar Nganjuk – Selama ini stres selalu dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Padahal, tidak semua stress itu selalu buruk.
Ada jenis stres yang justru berdampak positif bagi kesehatan mental dan produktivitas seseorang. Istilah ini dikenal dengan nama eustress, atau stres positif.
Eustress adalah bentuk tekanan yang muncul dari situasi menantang, namun tetap bisa dikendalikan dan justru memicu semangat serta fokus.
Biasanya eustress terjadi ketika seseorang merasa gugup menjelang presentasi penting, atau menjelang ujian.
Itu bukanlah stres yang melemahkan, tapi justru memotivasi. Karena stress yang dialami tanpa sadar penderita akan termotivasi agar mampu meewati hal yang akan dihadapinya.
Eustress umumnya timbul dalam situasi yang menantang namun terasa menyenangkan, seperti belajar hal baru, mengambil peluang kerja, atau bahkan menjalani hobi dengan target tertentu.
Alih-alih membuat seseorang tertekan, eustress justru membuat tubuh lebih waspada, meningkatkan performa, dan memunculkan dorongan untuk berkembang.
Eustress ternyata juga memiliki manfaat loh. Manfaat dari eustress sendiri adalah mampu mendorong seseorang untuk mengambil tantangan baru dan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan.
Berbeda dengan distress, eustress justru membantu menjaga kesehatan psikologis, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperkuat rasa percaya diri.
Distress merupakan stres negatif yang bisa menyebabkan kelelahan mental maupun fisik. Ketika tekanan mulai membuat penderita cemas berlebihan, sulit tidur, atau mudah marah, maka hal tersebut sudah masuk ke ranah distress dan membutuhkan penanganan.
Hal hal yang membuat seseorang mengalami distress adalah trauma akan kondisi tertentu, kehilangan orang yang dicintai, atau selalu merasa cemas dan lelah.
Pada dasarnya penyebab eustress maupun distress adalah hal yang sama. Contohnya adalah ketika Anda menghadapi deadline yang padat, Anda kan merasa cemas.
Namun disisi lain Anda juga termotivasi untuk segera menyelesaikan deadline tersebut dan menjadi lebih produktif.
Jika kondisi tersebut lama-kelamaan membuat Anda menjadi dtress dan mengganggu kesehatan fisik maka eustresstelah berubah menjadi distress.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira