JP Radar Nganjuk – Pernahkah Anda terbangun dari tidur dan menyadari bahwa tadi Anda bermimpi seolah-olah bisa mengendalikan alurnya? Jika iya, Anda mungkin telah mengalami fenomena yang dikenal dengan istilah lucid dream.
Lucid dream adalah kondisi di mana seseorang menyadari bahwa dirinya sedang berada di dalam mimpi dan dalam beberapa kasus, ia mampu mengendalikan jalan cerita mimpi tersebut.
Fenomena ini bukan sekadar mitos atau fiksi ilmiah. Para ilmuwan dan peneliti tidur sudah sejak lama mempelajari lucid dream dan menemukan bahwa mimpi jenis ini benar-benar nyata serta bisa dilatih.
Menurut sejumlah ahli, lucid dream umumnya terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yakni fase tidur di mana aktivitas otak sangat mirip dengan saat kita terjaga.
Saat lucid dreaming, seseorang bisa menyadari bahwa ia sedang bermimpi dan memilih untuk tetap berada di dalamnya, serta melakukan berbagai hal luar biasa yang mustahil dilakukan di dunia nyata seperti terbang, bertemu tokoh idola, atau menjelajah tempat-tempat eksotis.
Menariknya, sejumlah kalangan mulai memanfaatkan lucid dream sebagai sarana untuk mengatasi trauma, melatih kreativitas, hingga memecahkan masalah personal. Bahkan, tak sedikit pula yang menggunakannya sebagai “ruang pribadi” untuk belajar dan refleksi diri.
Seperti yang diketahui fase tidur terbagi menjadi dua yait REM (rapid eye movement) dan NREM (nonrapid eye movement).
REM adalah fase dimana mata Anda sudah tertutup namun bola mata Anda masih bergerak. Sementara fase NERM adalah kondisi dimana Anda sudah tertidus lelap.
Gelombang otak yang terkadang masih aktif menyebabkan Anda berada di fase REM lebih lama. Keadaan ini membuat Anda berada di antara tertidur dan terjaga. Pada kondisi inilah Anda akan bermimpi termasuk mengalami lucid dream.
Lucid dream bukanlah gangguan kesehatan yang perlu dikhawatirkan. Menurut sebuah penelitian hampir setiap orang mengalami lucid dream setidaknya sekali selama hidupnya.
Namun jika seseorang mengalami sering lucid dream maka hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya seperti gangguan tidur, kecemasan, atau depresi.
Lucid dream bukanlah hal yang perlu ditakutkan atau dikhawatirkan. Namun jika Anda mengalami lucid dream secara terus menerus bisa jadi mimpi tersebut merupakan gejala gangguan mental seperti post-traumatic stress disorder atau PTSD. Jika seperti itu maka disarankan bagi Anda untuk memeriksanya ke dokter.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira