JP Radar Nganjuk - Pertalite dan Pertamax merupakan dua jenis bahan bakar minyak (BBM) produksi PT Pertamina (Persero) yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Meski sama-sama digunakan untuk kendaraan bermotor, keduanya punya karakteristik yang berbeda.
Dilansir dari wuling.id dan astra-daihatsu.id, ada sejumlah perbedaan penting yang perlu diketahui pengendara, mulai dari harga, warna cairan, nilai oktan, hingga dampaknya terhadap lingkungan.
Baca Juga: Beli Pertalite di Nganjuk Akan Wajib Scan Barcode
1. Warna Cairan
Secara visual, Pertalite dan Pertamax bisa dibedakan dari warnanya. Pertalite berwarna hijau, sementara Pertamax memiliki warna biru. Adapun Pertamax Turbo tampil dengan warna merah. Perbedaan warna ini berguna untuk memudahkan identifikasi dan mencegah penyalahgunaan BBM.
2. Harga
Dari sisi harga, Pertamax memang dibanderol lebih mahal dibandingkan Pertalite. Hal ini sebanding dengan kualitasnya. Pertamax memiliki kandungan oktan yang lebih tinggi, sehingga mendukung pembakaran mesin lebih sempurna dan efisien.
3. Nilai Oktan
Nilai oktan atau Research Octane Number (RON) menunjukkan ketahanan bensin terhadap tekanan dalam mesin. Mengacu pada buku Panduan Praktis Merawat dan Memperbaiki Sepeda Motor karya Ir. Hartoto Soedarmo, S.E., Pertamax memiliki RON 92 dan Pertalite RON 90. Kendaraan berteknologi modern dengan kompresi tinggi akan lebih cocok menggunakan Pertamax.
Baca Juga: Tak Perlu Ribet, Ternyata Ganti Oli Motor Bisa Dilakukan Di Pom Bensin! Simak Caranya
4. Tingkat Polusi
Pertamax juga lebih unggul dalam hal emisi. Karena pembakarannya lebih sempurna, gas buang yang dihasilkan pun lebih bersih. Ini membuat Pertamax lebih ramah lingkungan dibandingkan Pertalite.
Baca Juga: Harga BBM Mei 2025, Pertamina dan Shell Serentak Pangkas Harga
Pilih Sesuai Kebutuhan Kendaraan
Memahami perbedaan antara Pertalite dan Pertamax penting agar pengendara bisa menyesuaikan BBM dengan spesifikasi kendaraan. Jika menginginkan performa tinggi dan emisi rendah, Pertamax bisa jadi pilihan. Namun untuk penggunaan harian, Pertalite tetap cukup andal dan ekonomis.
Editor : Jauhar Yohanis