JP Radar Nganjuk – Istilah "roid" sering terdengar di kalangan penggemar kebugaran, terutama yang berfokus pada pembentukan otot.
Namun, penggunaan steroid anabolik atau "roid" tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan.
"Roid" adalah sebutan untuk steroid anabolik, zat sintetis yang menyerupai hormon testosteron.
Steroid ini digunakan untuk meningkatkan massa otot dan performa fisik.
Namun, penggunaan tanpa resep dokter dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.
1. Gangguan Kardiovaskular
Penggunaan steroid dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan gangguan pembuluh darah.
Steroid meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), yang dapat menyebabkan aterosklerosis dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
2. Kerusakan Hati
Steroid anabolik dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, seperti pembentukan tumor hati atau kista berisi darah.
Risiko hepatotoxicity, di mana hati kehilangan fungsinya, meningkat seiring penggunaan steroid jangka panjang.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Gym di Nganjuk, Simak Ada Apa Saja
3. Gangguan Hormon dan Reproduksi
Pada pria, penggunaan steroid dapat menurunkan produksi testosteron alami, menyebabkan pengecilan testis, penurunan jumlah sperma, dan infertilitas.
Pada wanita, efek samping termasuk perubahan suara, pembesaran klitoris, dan gangguan siklus menstruasi.
4. Gangguan Mental
Penggunaan steroid dapat memicu gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan ketergantungan.
Ketika penggunaan dihentikan, gejala seperti penurunan mood, kelelahan, dan insomnia sering kali terjadi.
5. Risiko Infeksi
Menggunakan steroid secara injeksi dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama jika peralatan yang digunakan tidak steril.
Meskipun penggunaan steroid dapat memberikan hasil yang cepat dalam pembentukan otot, dampak negatif yang ditimbulkan jauh lebih besar.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira