JP Radar Nganjuk - Pernahkah kamu membayangkan seekor ular sebesar paus hidup di masa lampau? Sekitar 56 juta tahun yang lalu, seekor ular raksasa bernama Titanoboa menjelajahi perairan purba.
Fosilnya ditemukan oleh tim ilmuwan dari Smithsonian Institution di Cerrejón, Kolombia, pada tahun 2009. Panjangnya mencapai lebih dari 12 meter lebih besar dari banyak paus modern!
Setelah kepunahan dinosaurus, bumi dihuni oleh berbagai makhluk luar biasa, salah satunya adalah Titanoboa.
Reptil kolosal ini hidup di lingkungan tropis yang jauh lebih panas dari sekarang, sekitar 56-60 juta tahun silam.
Ia menjadi predator puncak di habitatnya berkat ukuran tubuh yang luar biasa besar.
Dengan panjang sekitar 12-15 meter dan berat mencapai 1,1 ton, Titanoboa setara dengan panjang sebuah bus.
Ia mampu memangsa buaya dan ikan besar dengan mudah. Ukuran ekstrem ini mungkin disebabkan oleh iklim yang hangat, yang memungkinkan reptil untuk tumbuh lebih besar daripada saat ini.
Saat ini, ular terbesar yang masih ada adalah anaconda hijau, yang biasanya hanya tumbuh hingga 6-7 meter.
Bandingkan dengan Titanoboa yang hampir dua kali lipat ukurannya! Jika hewan ini masih ada, bisa dibayangkan betapa mengerikannya bertemu dengannya di laut bebas.
Walau dulunya penguasa perairan, Titanoboa tak mampu bertahan menghadapi perubahan iklim dan persaingan dari mamalia besar yang mulai berkembang.
Suhu bumi yang semakin menurun menjadi faktor utama yang memicu kepunahannya.
Kini, Titanoboa hanya bisa dikenang lewat fosil dan replika di museum.
Beberapa di antaranya menampilkan model berukuran asli untuk menggambarkan betapa menakjubkannya hewan ini.
Bayangkan kalau Titanoboa masih hidup apakah kamu masih berani berenang di laut?
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira