JP Radar Nganjuk – Minat terhadap burung sogon atau burung cabe kian meningkat di kalangan penghobi burung kicau.
Namun, tidak sedikit pemula yang tergiur harga murah di pasaran, khususnya dari kandang ombyokan, tanpa mempertimbangkan kondisi fisik dan mental burung tersebut. Alhasil, bukan burung prospek yang didapat, melainkan sogon yang sakit, stres, atau tidak gacor.
Perlu diketahui, ombyokan merupakan metode penjualan burung secara massal dalam satu kandang besar.
Harga memang relatif terjangkau, namun pemilihan harus ekstra teliti. Berikut 15 panduan yang dapat dijadikan acuan sebelum memutuskan membeli sogon dari ombyokan:
Amati Gerak-Geriknya
Sogon yang sehat akan terlihat lincah, aktif berpindah dari satu tenggeran ke tenggeran lain. Hindari memilih burung yang diam, tampak lemas, atau menyendiri di pojokan.
Cek Kondisi Mata
Mata sogon yang sehat tampak cerah, jernih, dan tidak mengeluarkan cairan. Hindari yang terlihat sayu, berair, atau tampak tertutup sebagian.
Perhatikan Paruhnya
Paruh harus dalam kondisi utuh, simetris, dan bebas luka. Jika terdapat kerak putih atau bentuk bengkok, sebaiknya cari burung lain.
Teliti Kondisi Bulu
Pilih burung dengan bulu rapi, tidak kusut, dan mengkilap. Bulu yang rontok parah atau tampak dicabut sendiri bisa menandakan burung mengalami stres atau gangguan kulit.
Dengarkan Suaranya
Sogon jantan yang prospektif biasanya sudah mulai mengeluarkan suara meski belum gacor sepenuhnya. Hindari burung dengan suara serak atau tidak jelas.
Cermati Pernapasannya
Burung sehat bernafas dengan tenang. Jika terlihat megap-megap, buka paruh tanpa suara, atau terdengar bunyi “ngik”, bisa jadi ada gangguan pernapasan.
Periksa Kotoran Burung
Kotoran normal berwarna cokelat atau hijau gelap dengan ujung putih. Jika terlalu cair, kehijauan, atau seluruhnya putih, bisa jadi burung mengalami gangguan pencernaan.
Pastikan Burung Sudah Mandiri Makan
Pilih sogon yang sudah mampu makan sendiri, terutama jika Anda belum berpengalaman merawat anakan. Burung mandiri lebih mudah dirawat.
Perhatikan Interaksi Sosialnya
Sogon yang baik memiliki mental seimbang: tidak terlalu agresif, namun juga tidak penakut. Burung yang terlalu galak atau pemalu cenderung sulit beradaptasi.
Lihat Kaki dan Cakar
Pilih burung dengan kaki bersih, bebas luka, dan tidak bengkak. Kaki yang bersisik kasar atau luka bisa menjadi masalah jangka panjang.
Cermati Warna Bulu, Terutama pada Jantan
Warna sogon jantan umumnya lebih cerah dan kontras dibanding betina. Perhatikan kombinasi warna seperti hitam, merah, dan oranye.
Minta Penjual Memisahkan Burung yang Diincar
Sesekali, burung tampak aktif di ombyokan, namun berubah pasif saat dipegang. Pegang perlahan untuk merasakan apakah tubuhnya berisi atau kurus.
Luangkan Waktu untuk Observasi
Jangan tergesa-gesa. Perhatikan burung selama beberapa menit dari berbagai sisi. Seringkali, burung yang kurang menonjol di awal justru menunjukkan potensi setelah diamati lebih lama.
Tanyakan Asal-Usulnya
Cari tahu apakah burung hasil tangkapan, hasil ternakan lokal, atau impor. Burung ternakan cenderung lebih mudah jinak dan beradaptasi.
Pilih Penjual yang Kooperatif
Penjual yang baik umumnya bersedia menjelaskan kondisi burung dan memberi tips perawatan dasar. Jangan sungkan bertanya demi memperoleh informasi maksimal.
Dengan memperhatikan 15 poin tersebut, risiko mendapatkan burung sogon yang tidak sesuai harapan dapat diminimalkan. Pembeli pemula disarankan lebih fokus pada kesehatan dan potensi burung, bukan semata-mata karena harga miring.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira