JP Radar Nganjuk - Gaya berpakaian anak muda makin beragam. Salah satu yang kini populer dan sering terlihat di tongkrongan adalah gaya skena. Identik dengan kesan santai, artsy, dan sedikit nyeleneh, outfit skena menjadi simbol ekspresi bebas yang tak selalu mengikuti arus tren utama. Tak harus branded, bahkan makin unik jika hasil thrifting. Yang penting: punya karakter.
Penampilan anak skena terkesan cuek, tapi sebenarnya penuh perhitungan dalam padupadan item yang mereka pakai. Meski tidak ada aturan baku, ada beberapa elemen yang umum ditemui dalam outfit khas skena.
1. Kaos Band dan Kaos Vintage
Kaos adalah item wajib. Bukan sekadar polos, tapi lebih sering kaos band indie, band lawas, atau desain grafis nyeleneh hasil temuan di toko thrift. Semakin pudar warnanya, justru makin dianggap "punya cerita".
2. Celana Longgar atau Cargo
Celana dengan potongan longgar jadi andalan. Model baggy, wide leg, hingga celana cargo sering dipilih karena memberi kenyamanan dan kesan santai. Banyak juga yang menggunakan celana bekas pakai atau upcycle.
3. Outer Tambahan: Flanel, Varsity, hingga Rompi Denim
Layering atau tumpuk-tumpukan pakaian jadi gaya khas. Kemeja flanel kotak-kotak dipakai terbuka sebagai luaran, rompi denim dengan tempelan patch, atau jaket varsity jadi item yang sering muncul.
4. Sepatu Lawas tapi Ikonik
Untuk alas kaki, gaya skena memilih sneakers yang nyaman tapi tetap punya identitas. Converse Chuck Taylor, Vans Old Skool, atau sepatu putih yang sudah kusam jadi pilihan favorit. Bukan soal baru, tapi soal karakter.
5. Aksesori Pendukung
Topi bucket, beanie, tote bag kanvas, hingga sling bag kecil jadi pelengkap outfit. Tak ketinggalan, kacamata bulat dan aksesori unik seperti gelang rajut atau kalung rantai juga sering digunakan.
Gaya skena menunjukkan bahwa fashion bukan selalu soal tren besar atau merek ternama. Justru, lewat outfit yang santai, anak-anak skena mengekspresikan diri dengan bebas dan otentik.
Editor : Jauhar Yohanis