JP Radar Nganjuk- Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunah di awal bulan Dzulhijjah.
Khususnya pada sembilan hari pertama bulan ini, termasuk puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang memiliki keutamaan luar biasa.
Rasulullah menyebut bahwa amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut sangat dicintai oleh Allah, bahkan puasa Arafah disebut dapat menghapus dosa selama dua tahun—setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Namun, puasa Arafah dianjurkan hanya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Menjalankan puasa-puasa ini adalah bentuk ketakwaan dan persiapan spiritual dalam menyambut hari raya kurban.
Niat untuk menjalankan puasa sunah ini cukup diucapkan dalam hati, tetapi dianjurkan juga untuk melafalkannya.
Simak keutamaan dan niat puasa sunah 8 hari pertama dzulhijjah dan puasa arafah yang wajib kamu tau sebelum melaksanakan ibadah puasa sunah.
1. Puasa pada 8 Hari Pertama Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk waktu yang paling mulia dalam Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)
Niat Puasa :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnatin lillāhi ta‘ālā
(Saya niat berpuasa sunah esok hari karena Allah Ta‘ala)
Ulama sepakat bahwa puasa pada 9 hari pertama (1–9 Dzulhijjah) adalah amalan sunah yang sangat dianjurkan.
Khususnya bagi mereka yang tidak berhaji, puasa ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.
2.Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha, memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)
Niat Puasanya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an sunnati yaumi 'Arafata lillāhi ta‘ālā
(Saya niat berpuasa sunah Arafah esok hari karena Allah Ta‘ala)
Namun, puasa ini dikhususkan bagi umat Islam yang tidak sedang wukuf di Arafah (yaitu tidak sedang menjalankan ibadah haji).
Bagi jamaah haji, puasa ini tidak dianjurkan karena mereka dianjurkan untuk menjaga kekuatan saat wukuf di Padang Arafah.
Baca Juga: Stop Larang Anak Main Kotor. Ternyata Ini Kunci Kesehatan dan Keberhasilan Mereka
3. Hikmah dan Manfaat Puasa Sebelum Idul Adha
Puasa sunah sebelum Idul Adha, terutama di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, punya banyak manfaat yang luar biasa buat kita sebagai umat Muslim.
Salah satunya adalah jadi cara kita buat lebih dekat sama Allah dan memperbaiki diri. Dengan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, kita dilatih buat lebih sabar, ikhlas, dan sadar bahwa hidup ini nggak cuma soal duniawi.
Puasa ini juga bisa jadi kesempatan buat membersihkan diri dari dosa-dosa, apalagi kalau dijalani di hari Arafah yang keutamaannya bisa menghapus dosa dua tahun sekaligus. Selain itu, puasa ini bantu kita menyiapkan hati biar bisa menyambut Idul Adha dengan rasa syukur dan khidmat.
Marilah kita manfaatkan momen-momen mulia ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal, dan mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut Idul Adha.
Meskipun bersifat sunah, keutamaannya sangat besar dan sebaiknya tidak ditinggalkan, terutama bagi yang tidak sedang berhaji.
Penulis : Miranda Febryana
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira