JP Radar Nganjuk – Jam tangan kini menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya sebagai penunjuk waktu, fungsi jam kini makin beragam, mulai dari pelacak kebugaran hingga alat komunikasi.
Namun, di balik bentuknya yang sederhana, jam tangan memiliki sejarah panjang dan menarik.
Berikut beberapa fakta unik di balik lahirnya dan berkembangnya jam tangan yang mungkin belum banyak diketahui.
Jam tangan pertama kali muncul bukan di tangan pria, melainkan kaum perempuan bangsawan.
Salah satunya adalah Ratu Elizabeth I dari Inggris yang disebut-sebut menerima jam tangan berbentuk gelang pada abad ke-16. Saat itu, pria masih mengandalkan jam saku sebagai penunjuk waktu.
Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19, jam tangan dianggap barang mewah.
Terbuat dari emas atau logam mulia lainnya, jam tangan kala itu lebih banyak dipakai sebagai aksesori mahal bagi kalangan aristokrat Eropa.
Perang Dunia I menjadi titik balik penting dalam sejarah jam tangan. Karena kebutuhan efisiensi di medan tempur, para prajurit mulai mengenakan jam di pergelangan tangan.
Desain praktis ini kemudian menyebar ke masyarakat sipil setelah perang usai, menjadikan jam tangan makin populer di kalangan pria.
Pada 1926, produsen jam ternama asal Swiss, Rolex, memperkenalkan jam tangan tahan air pertama yang diberi nama Oyster.
Inovasi ini menjadikan jam tangan tak hanya bergaya, tapi juga andal dipakai dalam berbagai kondisi ekstrem.
Kemunculan jam digital pertama pada 1972 menjadi momen penting lain.
Menariknya, jam ini diciptakan oleh Hamilton Watch Company bekerja sama dengan Pulsar, dua perusahaan asal Amerika yang sebelumnya dikenal lewat kalkulator digital.
Memasuki abad ke-21, jam tangan berevolusi menjadi perangkat pintar.
Smartwatch kini tak hanya menunjukkan waktu, tapi juga bisa menghitung langkah, memantau detak jantung, hingga menerima panggilan telepon.
Teknologi semakin mendekatkan jam tangan pada gaya hidup modern yang serba cepat.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira