Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Daging Kambing Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Perlu Kamu Tahu!

Internship Radar Kediri • Senin, 9 Juni 2025 | 00:02 WIB
Daging Kambing Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Perlu Kamu Tahu!
Daging Kambing Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Perlu Kamu Tahu!

JP Radar Kediri – Masih banyak orang yang percaya bahwa makan daging kambing bisa langsung menyebabkan tekanan darah naik.

Bahkan, tidak sedikit yang menghindari hidangan kambing, terutama saat perayaan seperti Idul Adha, karena khawatir terkena hipertensi. Namun benarkah anggapan tersebut?

Menurut penjelasan dari beberapa pakar kesehatan dan ahli gizi, anggapan bahwa daging kambing secara langsung menyebabkan darah tinggi ternyata tidak sepenuhnya benar.

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat yang menyatakan bahwa daging kambing adalah penyebab langsung hipertensi.

Justru, bila dibandingkan dengan daging sapi, kandungan lemak jenuh dan kolesterol pada daging kambing relatif lebih rendah.

Dalam beberapa studi bahkan disebutkan bahwa daging kambing bisa menjadi salah satu sumber protein hewani yang lebih sehat, asalkan dikonsumsi dengan bijak.

Yang justru menjadi pemicu tekanan darah tinggi biasanya bukan dari daging kambing itu sendiri, melainkan dari cara pengolahannya.

Penggunaan garam berlebihan, bumbu instan tinggi natrium, minyak goreng berulang kali pakai, serta penggunaan santan kental adalah faktor-faktor yang sering luput dari perhatian masyarakat.

Hal-hal inilah yang sebenarnya berperan besar dalam meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama bila dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang.

Dokter spesialis gizi menyarankan, bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi tetap bisa mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yang wajar.

Porsi yang direkomendasikan berkisar antara 50 hingga 90 gram per hari. Pilihlah bagian daging yang minim lemak, seperti bagian paha atau daging tanpa gajih.

Cara memasak pun sangat menentukan. Alih-alih digoreng atau dimasak bersantan, sebaiknya daging kambing diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa tambahan minyak berlebih.

Selain itu, menambahkan sayuran sebagai pelengkap bisa membantu menyeimbangkan asupan.

Serat dari sayuran akan membantu mengendalikan kolesterol dan tekanan darah.

Rempah-rempah alami seperti jahe, bawang putih, dan serai juga bisa memberikan rasa tanpa harus banyak menambahkan garam. Penting juga untuk memperhatikan frekuensi konsumsi.

Walaupun tidak berbahaya jika dikonsumsi sesekali, namun jika dikonsumsi terlalu sering dengan cara masak yang tidak sehat, maka risiko terhadap tekanan darah tinggi tentu meningkat.

Dengan kata lain, daging kambing tidak otomatis menyebabkan darah tinggi.

Yang lebih berpengaruh adalah seberapa sering kita makan, seberapa banyak porsinya, dan bagaimana cara mengolahnya.

Jadi, menikmati sate kambing atau gulai saat momen tertentu tetap aman, asalkan bijak dalam menyajikannya.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Polteknik Negeri Madiun (PNM)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#makan kambing #berlebihan #idul adha #daging kambing