JP Radar Nganjuk – Nongkrong bukan sekadar kegiatan santai, melainkan juga ajang untuk mengekspresikan diri, terutama bagi generasi Z. Meski dikenal cenderung individualis, Gen Z justru memiliki cara unik dalam membangun identitas sosial—salah satunya lewat fashion saat hangout.
Memasuki pertengahan 2025, sejumlah gaya outfit diprediksi akan terus mendominasi tampilan anak muda saat nongkrong, terutama di kafe, taman kota, dan ruang publik lainnya. Berikut enam tren outfit Gen Z yang diperkirakan bakal ramai di tahun ini:
1. Streetwear Kembali Menguat
Gaya streetwear tetap menjadi primadona di kalangan Gen Z. Terinspirasi dari budaya hip-hop, olahraga, dan rave era 90-an hingga awal 2000-an, outfit ini identik dengan pakaian oversized seperti kaus longgar, hoodie besar, dan celana baggy.
Sebagai pelengkap, mereka biasa mengenakan sepatu sneakers chunky, kaus kaki panjang, serta aksesori seperti topi bucket dan kacamata hitam berbingkai tebal.
2. Minimalisme yang Tetap Stylish
Gaya minimalis tetap bertahan di tengah tren yang terus berubah. Busana berwarna netral seperti hitam, putih, abu-abu, dan biru muda menjadi andalan.
Jenis outfit-nya bisa berupa kemeja polos, turtleneck, celana kain lurus, atau blazer kasual. Gen Z cenderung memilih potongan bersih tanpa banyak motif. Aksesori digunakan sangat minim, terkadang hanya jam tangan simpel atau tas kecil model sling.
3. Aksesori Statement
Meski tampil minimalis, banyak Gen Z yang menyisipkan satu item sebagai statement. Tujuannya untuk menambahkan karakter kuat dalam outfit.
Contoh aksesori statement yang sedang naik daun adalah tas transparan, topi rajut warna neon, kacamata retro, hingga sandal berpola unik. Dengan satu item mencolok, keseluruhan gaya bisa terasa lebih hidup.
4. Retro: Gaya Lama, Rasa Baru
Kecintaan Gen Z terhadap busana retro masih belum surut. Tahun 2025 diperkirakan tetap menjadi panggung bagi gaya lawas seperti grunge 90-an, boho chic 70-an, hingga vintage classic.
Outfit-nya mencakup jaket denim pudar, rompi rajut, kaus bergrafik lawas, serta celana cutbray atau rok span bermotif. Aksesori pendukung seperti ikat pinggang besar dan syal kecil juga makin populer.
5. Y2K Revival
Tren Y2K (Year 2000) kembali menjadi favorit Gen Z. Gaya ini menghidupkan kembali nuansa awal milenium yang penuh warna dan keberanian.
Outfit khas Y2K mencakup atasan ketat model baby tee, rok mini denim, kacamata warna-warni, dan sepatu platform. Tas bahu mungil dengan logo mencolok juga menjadi item wajib untuk tampilan ini.
6. Athleisure: Nyaman tapi Tetap Keren
Perpaduan antara gaya atletik dan kasual atau yang dikenal dengan athleisure juga makin digandrungi. Gen Z menyukai kenyamanan, tapi tetap ingin tampil fashionable.
Contoh outfit-nya adalah jogger pants, crop hoodie, sports bra sebagai atasan, hingga jaket windbreaker. Gaya ini sering dilengkapi dengan sneakers modern dan tote bag berbahan ringan.
Dengan ragam gaya yang terus berkembang, Gen Z menunjukkan bahwa fashion bukan sekadar soal penampilan, tapi juga bentuk ekspresi dan identitas. Dari minimalis hingga Y2K, mereka bebas memilih gaya sesuai kepribadian saat nongkrong di mana saja. (*)
Editor : Jauhar Yohanis