JP Radar Nganjuk - Saat memilih tempat duduk pesawat, sebagian besar penumpang tentu ingin posisi yang nyaman: dekat jendela, jauh dari toilet, atau mudah untuk keluar saat mendarat. Namun, ada satu kursi yang sering dihindari yaitu 11A. Kenapa?
Ternyata, kursi 11A sering menjadi “jebakan” bagi penumpang karena meski berada di barisan jendela, posisi jendelanya justru tidak ideal atau bahkan tidak ada.
Akibatnya, penumpang yang duduk di kursi ini tidak bisa menikmati pemandangan luar pesawat, yang biasanya jadi daya tarik utama kursi sebelah jendela.
Baca Juga: Tragedi Kecelakaan Pesawat Air India: Pilot Punya Pengalaman 8.200 Jam Terbang
Beberapa pesawat memiliki konfigurasi tempat duduk yang tidak simetris dengan jendela. Hal ini bisa terjadi karena adanya penyesuaian interior pesawat untuk menampung sistem keselamatan, rak bagasi, atau penempatan darurat lainnya.
Maka, kursi 11A sering jadi "korban" karena berada di baris yang terhalang dinding atau sekat.
Banyak ulasan dari situs-situs seperti SeatGuru atau forum perjalanan menyebut bahwa 11A adalah kursi yang mengecewakan.
Banyak yang awalnya berharap dapat duduk sambil menikmati pemandangan langit, tapi malah mendapat tembok kosong di samping.
Selain itu, ada beberapa pesawat yang menempatkan baris 11 di dekat sayap atau mesin, sehingga pemandangan yang terlihat tetap terbatas.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, suara mesin di sekitar baris ini bisa terasa lebih keras.
Baca Juga: Heboh! Penumpang Pesawat Garuda Kehilangan iPhone, Pelacak Temukan Lokasi di Hotel Kru Maskapai
Oleh karena itu, jika kamu adalah tipe penumpang yang suka menikmati perjalanan sambil melihat awan dari ketinggian, kursi 11A sebaiknya dihindari.
Saat memilih tempat duduk saat check-in online, periksa dulu peta tempat duduk dari maskapai atau gunakan aplikasi pemetaan kursi agar tidak kecewa saat sudah di kabin.
Jadi, meskipun terlihat strategis, kursi 11A bukanlah pilihan terbaik bagi pencinta pemandangan dari udara.
Jangan sampai perjalanan impianmu terganggu karena salah pilih kursi, ya!
Editor : Miko