Nganjuk, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai daerah penghasil bawang merah. Keberhasilan para petaninya tak lepas dari teknik budidaya yang teruji dan diwariskan secara turun-temurun. Ingin tahu rahasia menanam bawang merah ala petani Nganjuk agar panen melimpah? Simak panduan lengkapnya berikut ini!
Dilansir dari Youtube Info Seputar Nganjuk, terdapat beberapa tahapan untuk menanam bawang merah, mulai dari pembuatan bedengan, hingga perawatan terhadap Gulma. Diketahui, Budidaya bawang merah memerlukan lebih dari 12 jam sinar matahari sehari sehingga tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan suhu yang tepat adalah sekitar 25-30 derajat celcius. Tingkat keasaman tanah adalah 5,6 hingga 6,5.
1. Pembuatan Bedengan
Bedengan adalah area tanam atau tempat tumbuh tanaman yang letaknya lebih tinggi daripada tanah sekitar. Bentuknya memanjang dan dibuat untuk memudahkan pengairan dan perawatan tanaman.
Bedengan dibuat dengan lebar 1-1,5 meter, tinggi 60 cm, panjang sesuai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm sekaligus untuk parit yang berfungsi untuk pengairan lahan. Cara membuat bedengan dengan menggunakan cangkul, lalu gemburkan tanahnya. Bagian atas harus rata dan jangan melengkung.
2. Sebelum Tanam
Tambahkan kapur atau Dolomite sebanyak 1-1,5 ton per hektar jika ph keasaman tanah kurang dari 5,6. Kapur setidaknya diberikan kurang lebih 2 minggu sebelum tanam, lalu berikan pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Caranya dengan menyebar di atas bedengan lalu campur dengan tanah hingga rata.
Kamu bisa berikan pupuk dengan komposisi Urea 47 kg, ZA (100 kg), SP-36 (311 kg), KCL (56 kg) per hektar.
Campur pupuk buatan itu sebelum lahan ditanami minimal seminggu sebelum bedengan ditanami.
3. Benih Bawang Merah
Siapkan benih bawang merah yang siap tanam, apabila umur benih belum ada dua bulan, lakukan pemogesan yaitu ujung benih dipotong sekitar setengah senti yang bertujuan untuk memcahkan masa dorman dan mempercepat tumbuhnya tanaman
4. Tahap Penanaman
Tanam benih dengan jarak sekitar 15 x 15 cm di musim kemarau, lalu di musim hujan 20 x 20 cm. benih ditanam dengan cara membenamkan umbi ke dalam tanah dengan posisi akar di bawah.
5. Penyiraman
Penyiraman hendaknya dilakuakan sehari dua kali pada pagi dan sore hari setidaknya hingga tanaman berumur 10 hari, setelah itu frekuensi penyiraman dapat dikurangi 1 hari sekali.
6. Pemupukan
Pemupukan Lanjutan bisa dilakukan setelah usia bawang merah dua minggu. Dengan Urea 93 kg, ZA 200 kg, KCL 112 kg per 1 hektar, pemupukan susulan selanjutnya bisa dilakukan 5 minggu dengan dosis dikurangi setengahnya. Pemupukan dilakukan dengan membuat garitan di tengahnya atau dalam istilah Nganjuk adalah Sogrog Brambang.
Baca Juga: Menanam Krokot di Pot, Cocok Buat Kamu yang Tinggal di Kota
7. Penyiangan Gulma
Penyiangan dilakukan satu kali masa tanam, agar menghemat biaya, dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk lanjutan, tapi jika gulma membeludak, dapat dilakukan sebelumnya.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang adalah hama ulat dan penyakit layu. Hama ulat menyerang daun, biasanya dicirikan dengan bercak putih pada daun. Hama ini dibasmi dengan cara diambil manual, bisa juga disemprot dengan insektisida
Editor : Jauhar Yohanis