Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Filipina Bantah Jadi Negara Paling Berbahaya untuk Turis

Internship Radar Kediri • Jumat, 27 Juni 2025 | 04:35 WIB
Filipina Bantah Jadi Negara Paling Berbahaya untuk Turis
Filipina Bantah Jadi Negara Paling Berbahaya untuk Turis

JP Radar Nganjuk – Pemerintah Filipina menyampaikan keberatannya terhadap laporan dari situs perjalanan online, Travellers Worldwide, yang menempatkan negara mereka sebagai destinasi paling berbahaya di dunia bagi wisatawan asing.

Dalam laporan tersebut, Filipina disebut menempati peringkat pertama sebagai negara paling berisiko dikunjungi, berdasarkan analisis sejumlah indikator seperti tingkat pembunuhan, kekerasan seksual, hingga pencurian yang menimpa turis.

Namun, pihak Kementerian Pariwisata Filipina membantah tegas klaim tersebut.

Mereka menyebut data yang digunakan tidak akurat dan sudah kadaluarsa.

Menurut mereka, laporan tersebut tidak mencerminkan kondisi keamanan yang sebenarnya di lapangan saat ini.

“Kami menolak klaim yang menyebut Filipina sebagai negara paling berbahaya untuk dikunjungi."

"Ini menyesatkan dan mengabaikan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menjamin keamanan wisatawan,” tegas pihak Kementerian Pariwisata dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, pemerintah Filipina juga menilai laporan semacam itu berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung, padahal sektor pariwisata merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kebijakan keamanan telah diperkuat, termasuk peningkatan jumlah personel di kawasan wisata, pemasangan CCTV, dan kerja sama dengan otoritas lokal demi menjaga kenyamanan turis.

Tak hanya itu, sejumlah destinasi populer seperti Boracay, Palawan, dan Cebu juga terus mengalami perbaikan fasilitas serta peningkatan standar layanan.

Pemerintah Filipina juga mengimbau masyarakat internasional agar tidak mudah terpengaruh informasi sepihak, dan lebih bijak dalam menyaring data dari sumber yang kredibel.

Sementara itu, beberapa warga Filipina yang bergiat di sektor pariwisata turut menyuarakan kekecewaannya.

Mereka menilai laporan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik negara, tapi juga berdampak pada mata pencaharian mereka yang menggantungkan hidup dari sektor wisata.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat global untuk tidak serta-merta mempercayai informasi dari internet tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

Sebagai perbandingan, sejumlah negara lain yang juga masuk daftar tersebut memiliki tingkat kriminalitas tinggi, namun tetap dikunjungi turis karena pengelolaan keamanan yang baik. Filipina pun berharap agar penilaian terhadap pariwisata dilakukan secara objektif dan seimbang.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Editor : Jauhar Yohanis
#berbahaya #filipina #Negara #turis