JP Radar Nganjuk - Siap meramaikan layar bioskop Tanah Air, dua film horor dengan gaya yang jauh berbeda bakal rilis bareng pada 17 Juli 2025. “Gerbang Setan” dan “Kitab Sijjin & Illiyyin” hadir membawa teror dengan cara yang tak sama.
Satu menawarkan ketegangan mencekam, satu lagi justru mengandalkan tawa sebagai senjata utama. Mana yang bikin kamu menjerit atau malah terpingkal? Berikut Ulasannya!
Gerbang Setan
Dari judulnya, Gerbang Setan terdengar seperti film horor serius penuh setan beterbangan.
Tapi begitu filmnya mulai, yang keluar malah tawa tanpa henti. Disutradarai oleh Toto Hoedi, nama yang akrab di telinga generasi penonton “Spontan”, film ini justru hadir dalam balutan horor komedi dengan dosis tawa yang lebih dominan ketimbang rasa takut.
Bayangkan saja, barisan komedian papan atas seperti Cak Lontong, Komeng, Jarwo Kwat, Akbar, Denny, Fai, hingga Umy Quary, berkumpul dalam satu film.
Alhasil, bukan setan yang jadi pusat perhatian, tapi banyolan dan aksi kocak para pemainnya yang bikin suasana bioskop lebih mirip stand-up show daripada rumah hantu.
"Penonton belum sempat takut, udah keburu ketawa," ujar sang sutradara, Toto Hoedi.
Film hasil kolaborasi Setia One Vision dan PASKI ini memang ditujukan untuk membawa horor dalam format yang menyegarkan, antara satir, kocak, dan tetap menyentil lewat gaya lawakan khas Indonesia.
Cocok buat kamu yang pengen hiburan ringan tapi tetap ada nuansa misterinya.
Kitab Sijjin & Illiyyin
Berbanding terbalik dengan Gerbang Setan, Kitab Sijjin & Illiyyin justru langsung menyajikan atmosfer kelam sejak menit pertama.
Disutradarai Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri oleh Gope T. Samtani, film ini mengangkat konsep spiritual Islam tentang dua kitab pencatat amal perbuatan, Sijjin untuk orang durhaka dan Illiyyin untuk mereka yang saleh.
Yuli (Yunita Siregar) adalah sosok sentral yang awalnya tampak lembut dan tak berdaya.
Namun, nasib buruk dan pengkhianatan mengubahnya jadi sosok penuh dendam.
Ia nekat melakukan ritual santet lewat bantuan dukun, dengan syarat menyeramkan, yaitu memasukkan nama-nama korbannya ke dalam mayat baru.
Film ini tak hanya mengandalkan horor mistik, tapi juga membangun drama emosional dan konflik keluarga yang kuat.
Akting para pemain seperti Yunita Siregar, Dinda Kanyadewi, dan Kawai Labiba menjadi pondasi solid yang menghidupkan cerita.
Visual horornya pun tidak asal-asalan, hening, gelap, dan menegangkan, tanpa harus mengandalkan jumpscare murahan.
Horor Mana yang Kamu Pilih?
Meski sama-sama menyandang label “film horor” dan tayang di tanggal yang sama, Gerbang Setan dan Kitab Sijjin & Illiyyin membawa penonton ke pengalaman yang sangat berbeda.
Jika Gerbang Setan mengusung gaya horor komedi yang ringan, penuh tawa, dan nostalgia lawakan klasik, maka Kitab Sijjin & Illiyyin adalah sajian horor serius dengan teror batin dan konflik mendalam yang menghantui.
Satu bikin kamu ngakak tak tertahankan, satu lagi bisa bikin kamu pulang sambil menoleh ke belakang dengan waswas. Jadi, di tanggal 17 Juli ini, kamu tim horor kocak atau horor mencekam?
Penulis: Marta - Mahasiswa Magang UIN Sunan Ampel Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis