JP RADAR NGANJUK-Setelah tiga dekade lebih sejak Jurassic Park pertama mengguncang layar lebar, kini hadir Jurassic World: Rebirth, film ketujuh dalam semesta dino penuh adrenalin ini.
Disutradarai dengan sentuhan baru, film ini pada dasarnya adalah reboot dari reboot, namun tetap setia pada formula Steven Spielberg yang ikonik dalam film rilisan 1993 silam.
Baca Juga: Uvogin Hunter x Hunter: Monster Brutal dari Phantom Troupe yang Tak Kenal Takut
Film ini menggabungkan elemen aksi, sains fiksi, dan drama keluarga, dengan tokoh utama Zora Bennett (Scarlett Johansson), seorang mantan tentara yang kini menjadi tentara bayaran. Ia disewa oleh perusahaan farmasi besar untuk mengambil sampel DNA dari dinosaurus demi tujuan medis yang sarat kepentingan.
Di sisi lain, Jonathan Bailey tampil brilian sebagai Dr. Henry Loomis, seorang paleontolog berkacamata yang ikut dalam misi berbahaya ini di sebuah pulau tropis yang ditinggalkan tempat eksperimen genetik gagal menciptakan makhluk hibrida buas.
Baca Juga: Law and The City: Drama Korea dengan Memadukan Hukum dan Persahabatan di Dalamnya
Namun, menariknya, justru subplot tentang sebuah keluarga biasa yang tersesat di tengah kekacauan ini mencuri perhatian. Reuben Delgado (Manuel Garcia-Rulfo), seorang ayah tunggal, sedang menikmati perjalanan laut bersama dua putrinya Teresa (Luna Blaise) dan Isabella (Audrina Miranda) serta pacar Teresa, Xavier (David Iacono).
Ketegangan dimulai ketika kapal mereka diserang dan terbalik oleh makhluk laut purba, Mosasaurus, dalam adegan mendebarkan yang mengingatkan pada film Jaws. Meskipun berhasil diselamatkan oleh kru Zora, keluarga ini terpisah dan memulai perjuangan bertahan hidup mereka sendiri di pulau yang dipenuhi bahaya.
Cerita berkembang ketika Zora, Dr. Loomis, dan kapten kapal yang santai namun karismatik, Duncan Kincaid (Mahershala Ali), harus menjalankan misi mengambil darah dari tiga jenis dinosaurus darat, laut, dan udara.
Mereka bekerja di bawah perintah Martin Krebs (Rupert Friend), eksekutif Big Pharma yang licik dan haus keuntungan. Dari sinilah konflik kepentingan dan intrik mulai muncul, menggambarkan sisi gelap eksploitasi ilmiah terhadap alam.
Baca Juga: 5 Novel Romantis Paling Baper yang Bisa Kamu Habiskan Sekali Duduk, Dijamin Bikin Nangis!
Di balik ketegangan dan aksi penuh risiko, terselip dinamika romantis yang memikat antara Zora dan Dr. Loomis. Chemistry antara Scarlett Johansson dan Jonathan Bailey mengingatkan pada kedekatan Natasha Romanoff dan Dr. Bruce Banner dalam Avengers: Age of Ultron.
Loomis, dengan kepribadiannya yang intelektual dan idealis, bahkan sempat berkata bahwa ia ingin mati di laut dangkal dan terkubur lumpur karena itu kondisi terbaik untuk menjadi fosil.
Dalam dialog reflektif lainnya, ia menyebut bahwa kecerdasan mungkin bukan faktor utama dalam kelangsungan hidup, karena dinosaurus yang "bodoh" bisa bertahan 165 juta tahun, sementara manusia baru hidup 300 ribu tahun.
Baca Juga: Kos Estetik Budget Tipis: Gaya Hidup Minimalis Anak Rantau
Dengan paduan aksi, romansa, kritik sosial, dan visual efek mutakhir, Jurassic World: Rebirth hadir sebagai tontonan yang menggigit secara harfiah dan metaforis. Film ini tidak hanya menyegarkan waralaba legendaris, tetapi juga menyajikan kisah yang lebih kompleks dan emosional.
Dinda Lailli Ningtyas- Mahasiswa UIN SATU Tulungagung
Editor : Miko