Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sukses Lewat Film Sore, Ini Deretan Karya Terbaik Sutradara Yandy Laurens

Internship Radar Kediri • Senin, 21 Juli 2025 | 19:05 WIB

Beberapa Poster  Karya Terbaik yang disutradarai Yandy Laurens
Beberapa Poster Karya Terbaik yang disutradarai Yandy Laurens

JP RADAR NGANJUK-Nama Yandy Laurens kembali menjadi perbincangan hangat di dunia perfilman Indonesia. Setelah kesuksesan film terbarunya berjudul Sore, sutradara satu ini kian mendapat tempat spesial di hati para penonton, terutama pecinta film bergenre drama keluarga dan romansa emosional.

Tak hanya Sore, Yandy Laurens dikenal lewat karya-karya terdahulunya yang tak kalah menggugah hati. Salah satunya adalah film "1 Kakak 7 Keponakan", yang dirilis awal tahun 2025 lalu dan sempat mencuri perhatian publik.

Baca Juga: Masih Pakai Kunci Motor Manual? Keyless Makin Diminati, Tapi Apa Benar Lebih Aman?

Film 1 Kakak 7 Keponakan (2025)

Film ‘Jatuh Cinta Seperti di Film-Film’ menyuguhkan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang: tentang perjuangan generasi muda dalam menghadapi beban keluarga. Mengangkat tokoh Hendarmoko (diperankan Chicco Kurniawan), film ini berkisah tentang seorang arsitek muda yang harus merelakan impian pribadinya demi mengasuh tujuh keponakan setelah kakak-kakaknya meninggal dunia secara mendadak.

Moko yang baru lulus kuliah sebenarnya tengah menata masa depan bersama sang kekasih, Maurin (Amanda Rawles). Namun, takdir berkata lain. Ia mendadak menjadi satu-satunya orang dewasa yang bisa diandalkan oleh para keponakannya. Dilema pun muncul antara mengejar cita-cita, mempertahankan kisah cinta, atau memikul tanggung jawab keluarga.

Baca Juga: Masih Pakai Kunci Motor Manual? Keyless Makin Diminati, Tapi Apa Benar Lebih Aman?

Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023)

Film bergenre komedi romantis ini menampilkan kisah Bagus, seorang penulis skenario (diperankan Ringgo Agus Rahman), yang diam-diam masih mencintai teman SMA-nya, Hana, yang kini menjadi janda. Ia menulis skenario film berdasarkan kisah nyata dirinya dengan Hana, berharap Hana bisa menonton dan membuka hatinya kembali.

Bukan hanya menghibur, film ini juga berhasil menyampaikan pesan tentang cinta, kehilangan, dan kejujuran pada perasaan sendiri. Tak heran jika film ini mengantongi 11 nominasi di Festival Film Indonesia 2024, termasuk kategori bergengsi seperti Film Cerita Panjang Terbaik.

Baca Juga: Alfamart vs Indomaret! Minimarket yang Sama-Sama Lengkap, Tapi Beda Rasa?

Nama Yandy Laurens juga sebelumnya melejit lewat film "Keluarga Cemara", adaptasi dari serial legendaris Indonesia. Film ini mengisahkan tentang keluarga Abah dan Emak yang jatuh miskin akibat terlilit hutang, dan harus pindah ke desa serta menjalani hidup serba sederhana. Meski hidup berubah total, mereka tetap menjaga keharmonisan dan nilai-nilai kekeluargaan.

Film Keluarga Cemara (2018)

Tokoh Abah (Ringgo Agus Rahman) dan Emak (Nirina Zubir) digambarkan berjuang mempertahankan rumah tangga, sambil membesarkan anak-anak mereka Euis, Ara, dan Agil dalam kondisi yang penuh keterbatasan. Pesan moral dari film ini sederhana namun mengena: “Harta yang paling berharga adalah keluarga.”

Baca Juga: Review Film Arti Cinta Drama Musikal Lokal Wajib Tonton di Juli 2025

Dengan konsistensinya menghadirkan cerita yang membumi dan penuh nilai kemanusiaan, tak berlebihan jika Yandy Laurens kini disebut sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di perfilman Indonesia. Lewat film-filmnya, ia bukan hanya menghibur, tapi juga menyentuh nurani penonton membawa mereka merenungi kembali arti cinta, keluarga, dan pengorbanan.

Dinda Lailli Ningtyas - Mahasiswa UIN SATU Tulungagung

Editor : Miko
#yandy laurens #film indonesia #Jatuh Cinta Seperti di Film Film #keluarga cemara #film sore #1 Kakak 7 Ponakan