Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Deretan Novel Klasik Dunia Paling Wajib Dibaca Sekali Seumur Hidup, Wajib Masuk Reading List!

Internship Radar Kediri • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:19 WIB
Sampul Novel Animal Farm karya George Orwell
Sampul Novel Animal Farm karya George Orwell

JP Radar Nganjuk — Kalau kamu pencinta buku sejati, ada beberapa novel klasik dunia yang tak boleh kamu lewatkan setidaknya sekali seumur hidup. 

Karya-karya abadi seperti Pride and Prejudice, 1984, To Kill a Mockingbird, The Great Gatsby, The Catcher in the Rye, Of Mice and Men, hingga Les Misérables bukan hanya menawarkan cerita yang memikat, tetapi juga membuka mata pada isu cinta, kebebasan, rasisme, mimpi, pemberontakan, hingga penebusan kemanusiaan. 

Baca Juga: 5 Novel Romantis Paling Baper yang Bisa Kamu Habiskan Sekali Duduk, Dijamin Bikin Nangis!

Deretan mahakarya ini membuktikan bahwa buku yang lahir puluhan bahkan ratusan tahun lalu tetap relevan dan beresonansi dengan pembaca lintas generasi.

1. Pride and Prejudice — Jane Austen

Pride and Prejudice karya Jane Austen adalah salah satu novel klasik paling dicintai sepanjang masa yang wajib kamu baca sekali seumur hidup. 

Mengisahkan Elizabeth Bennet yang cerdas dan berprinsip, novel ini menyorot perjuangan keluarga Bennet menikahkan lima putri mereka demi masa depan, di tengah perbedaan kelas sosial dan prasangka yang kerap menyesatkan. 

Baca Juga: Membaca Buku di Era Digital, Menemukan Ketenangan yang Hilang

Dari pertemuan pertama Elizabeth dengan Mr. Darcy yang sombong, hingga berbagai konflik, rahasia, dan kesalahpahaman yang menguji hati mereka, Austen merangkai kritik tajam tentang kelas, cinta, dan harga diri dengan gaya satir yang abadi. 

Diterbitkan tahun 1813, novel ini tidak hanya laris dengan jutaan eksemplar, tetapi juga terus menginspirasi adaptasi film, drama, hingga karya turunan, menjadikannya harta sastra Inggris yang tak lekang oleh waktu.

2. 1984 — George Orwell

Setelah Pride and Prejudice memotret konflik cinta dan kelas sosial di Inggris abad ke-19, Nineteen Eighty-Four karya George Orwell mengajakmu menelusuri gelapnya dunia distopia penuh penindasan pikiran. 

Baca Juga: Butuh Healing? Ini Rekomendasi Novel Feel Good Biar Pikiran Adem Lagi

Merupakan salah satu novel distopia paling berpengaruh yang wajib kamu baca setidaknya sekali seumur hidup, karena memotret gelapnya wajah totalitarianisme, pengawasan massal, manipulasi fakta, dan hilangnya kebebasan berpikir. 

Terbit pada 1949, novel ini mengikuti kisah Winston Smith, pegawai Kementerian Kebenaran di negara superpower Oceania yang dipimpin Big Brother, di mana setiap gerak warga diawasi Thought Police dan sejarah ditulis ulang demi kepentingan Partai. 

Baca Juga: Rekomendasi Novel Indie Anti Mainstream: Ceritanya Berbeda, Bikin Kamu Lupa Bacaan Pasaran!

Lewat kata-kata seperti doublethink, Newspeak, hingga thoughtcrime, Orwell menggambarkan bagaimana rezim otoriter memutarbalikkan kebenaran demi mempertahankan kekuasaan mutlak, menjadikan novel ini peringatan abadi tentang bahaya kediktatoran yang relevan lintas generasi.

3. To Kill a Mockingbird — Harper Lee

Setelah Pride and Prejudice membicarakan cinta dan kelas sosial di Inggris, lalu Nineteen Eighty-Four menyingkap gelapnya penindasan pikiran, To Kill a Mockingbird karya Harper Lee menjadi salah satu novel klasik dunia yang wajib kamu baca setidaknya sekali seumur hidup karena memotret getirnya rasisme di Amerika Selatan era 1930-an dengan hangat, jenaka, sekaligus tajam. 

Baca Juga: Membaca Novel Ternyata dapat Tingkatkan Kecerdasan Emosional, Mitos atau Fakta?

Melalui sudut pandang Scout Finch, gadis kecil yang menyaksikan sang ayah, Atticus Finch, membela seorang kulit hitam yang dituduh memperkosa perempuan kulit putih, novel ini mengajarkan nilai moral, keberanian, dan empati, sekaligus membongkar bias sosial di masyarakat. 

Dirilis pada 1960 dan meraih Pulitzer Prize, kisah To Kill a Mockingbird tak pernah kehilangan relevansi, terus dibaca di sekolah-sekolah, diangkat ke film peraih Oscar, dan menjadi simbol perlawanan terhadap prasangka rasial lintas generasi.

4. The Great Gatsby — F. Scott Fitzgerald

Setelah Pride and Prejudice menyorot cinta dan kelas sosial, Nineteen Eighty-Four membongkar penindasan totalitarian, dan To Kill a Mockingbird menyuarakan keadilan rasial di Amerika, The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald wajib kamu baca setidaknya sekali seumur hidup karena menggambarkan gemerlap sekaligus kehampaan era Jazz Age tahun 1920-an.

Baca Juga: 5 Situs Buku Anak 2025 yang Tidak Banyak Diketahui, Padahal Gratis & Interaktif!

Melalui sudut pandang Nick Carraway, novel ini mengupas mimpi, cinta, ambisi, dan kebusukan moral di balik pesta mewah Jay Gatsby, sang jutawan misterius yang terobsesi pada cinta lamanya, Daisy Buchanan. 

Meski dulu gagal secara komersial, The Great Gatsby kini diakui sebagai mahakarya sastra Amerika yang mengkritik rapuhnya American Dream dan terus diadaptasi lintas generasi.

5. The Catcher in the Rye — J.D. Salinger

Deretan novel klasik dunia yang wajib kamu baca sekali seumur hidup juga tak lengkap tanpa The Catcher in the Rye karya J.D. Salinger, yang menyuarakan kegelisahan dan pemberontakan remaja lewat sosok Holden Caulfield. 

Baca Juga: Sinopsis Buku Jakarta Sebelum Pagi

Diterbitkan pada 1951, novel ini menggambarkan pencarian jati diri, pemberontakan terhadap kepalsuan hidup, dan kerinduan akan keaslian di tengah hiruk pikuk kota New York. 

Melalui alur petualangan singkat Holden setelah dikeluarkan dari sekolahnya, Salinger menyinggung tema-tema seperti kehilangan, alienasi, depresi, hingga mimpi menyelamatkan kepolosan masa kecil, membuat novel ini menjadi ikon sastra remaja yang tak lekang waktu.

6. Of Mice and Men — John Steinbeck

Of Mice and Men karya John Steinbeck adalah salah satu novel klasik dunia yang wajib kamu baca sekali seumur hidup karena menggambarkan kegetiran mimpi kecil di tengah kerasnya Amerika era Depresi Besar. 

Baca Juga: 6 Film Feminisme Modern Ini Berani Bongkar Patriarki dan Wajib Ditonton Generasi Muda!

Melalui tokoh George Milton dan Lennie Small, dua buruh migran yang berjuang mencari pekerjaan sambil memimpikan kebebasan di tanah sendiri, Steinbeck merangkai kisah persahabatan, mimpi sederhana, dan tragedi yang lahir dari rapuhnya harapan manusia. 

Dikenal karena realisme dan kejujuran sosialnya, novella ini tetap relevan hingga kini, meski sering jadi sasaran sensor karena bahasanya yang dianggap kasar dan sensitif.

7. Les Misérables — Victor Hugo

Les Misérables karya Victor Hugo adalah salah satu novel klasik dunia yang wajib kamu baca sekali seumur hidup karena menyingkap wajah kemanusiaan di balik tirai sejarah Prancis abad ke-19. 

Baca Juga: Kangen Traveling? 5 Film Road Trip Ini Dijamin Bikin Kamu Pengen Langsung Angkat Koper!

Melalui perjalanan penuh luka dan penebusan Jean Valjean, mantan narapidana yang berjuang menebus masa lalu di tengah ketidakadilan sosial, Hugo merangkai kisah epik tentang hukum, kasih sayang, pemberontakan, keputusasaan, dan cinta sejati. 

Dengan latar pergolakan Revolusi Juni 1832 di Paris dan digali dari pengalaman, pengamatan, dan nurani sang penulis, Les Misérables menjadi seruan abadi bagi keadilan, belas kasih, dan harapan bagi mereka yang terpinggirkan.

Baca Juga: Scarlett Johansson Vs Dinosaurus di Film Jurassic Terbaru! Lebih Brutal, Lebih Emosional, dan Penuh Drama Kehidupan

Tak peduli genre favoritmu apa, deretan novel klasik ini akan selalu punya tempat istimewa di rak buku siapa pun yang haus akan kisah-kisah mendalam dan sarat makna. 

Dengan membaca mereka, kamu bukan hanya menikmati cerita, tetapi juga menelusuri sejarah, filosofi, dan nilai-nilai hidup yang tak lekang waktu. Jadi, buku mana yang akan kamu baca lebih dulu?

Penulis: Dania Karlita Ningsih Mahasiswa Magang Universitas Brawijaya

Editor : Jauhar Yohanis
#Jane Austen #kritik sosial #Sastra dunia #novel klasik #George Orwell #Kelas sosial