JP Radar Nganjuk — Kalau kamu bosan dengan novel fiksi biasa dan ingin membaca kisah nyata yang sama mendebarkannya, lima biografi ini wajib masuk daftar bacaanmu. Ditulis seolah novel dengan detail personal, konflik dramatis, dan narasi yang mengalir, kisah-kisah hidup nyata ini dijamin bikin kamu betah membuka halaman demi halaman, sekaligus memberi inspirasi mendalam.
1. Steve Jobs — Walter Isaacson
Kalau kamu sedang mencari bacaan biografi yang ditulis dengan gaya mengalir seperti cerita fiksi, Steve Jobs karya Walter Isaacson wajib masuk daftar. Buku ini lahir dari permintaan langsung Steve Jobs kepada Isaacson, yang sebelumnya sukses menulis biografi tokoh-tokoh besar seperti Einstein dan Benjamin Franklin.
Baca Juga: 9 Film Biografi Tokoh Dunia Paling Inspiratif yang Bikin Wawasan Kamu Makin Luas
Ditulis berdasarkan lebih dari 40 wawancara dengan Jobs dan lebih dari 100 orang terdekatnya, buku ini membongkar sisi jenius sekaligus kelam Jobs tanpa ditapis. Isaacson menulisnya seperti novel hidu, dari masa kecil, momen mendirikan Apple, drama keluarnya dari perusahaan sendiri, sampai kembalinya ia menyelamatkan Apple di ambang kehancuran.
Detail-detail personal, seperti foto sampul yang ikonik hingga anekdot lucu seperti ritual meeting sambil berjalan kaki, membuat pembaca merasa sedang “menemani” sang tokoh melewati setiap babak hidupnya.
2. I Am Malala — Malala Yousafzai
Setelah Steve Jobs karya Walter Isaacson, buku I Am Malala juga pantas masuk dalam daftar 5 rekomendasi novel biografi tokoh yang ditulis seperti cerita fiksi. Ditulis Malala Yousafzai bersama Christina Lamb.
Baca Juga: Deretan Novel Klasik Dunia Paling Wajib Dibaca Sekali Seumur Hidup, Wajib Masuk Reading List!
Buku ini mengalir dramatis sejak masa kecil Malala di Lembah Swat, perjuangan ayahnya membangun sekolah, teror Taliban, hingga penembakan yang nyaris merenggut nyawanya dan kebangkitannya untuk tetap memperjuangkan pendidikan.
Sama seperti Steve Jobs, Einstein: His Life and Universe, Leonardo da Vinci, dan Elon Musk (semuanya karya Isaacson), buku ini menuturkan kisah nyata dengan konflik mendebarkan, detail personal, dan gaya bercerita yang membuat pembaca seolah menemani tokoh utamanya, menggugah, inspiratif, sekaligus membuat kita percaya bahwa satu orang benar-benar bisa mengubah dunia.
3. Educated — Tara Westover
Kalau kamu butuh rekomendasi biografi yang terasa seperti novel penuh konflik dan emosi, Educated karya Tara Westover bisa melengkapi daftar 5 bacaan sejenis Steve Jobs dan I Am Malala.
Baca Juga: Rekomendasi Novel Indie Anti Mainstream: Ceritanya Berbeda, Bikin Kamu Lupa Bacaan Pasaran!
Buku ini mengisahkan perjuangan Westover melepaskan diri dari keluarganya yang ekstremis dan terisolasi di pegunungan Idaho demi mengejar pendidikan hingga meraih gelar PhD di Cambridge.
Dituturkan dengan detail emosional, konflik keluarga yang rumit, pengkhianatan, dan keberanian yang membuat pembaca merasa seolah ikut mendaki tiap rintangan bersama Tara.
Sama seperti Steve Jobs dan I Am Malala, Educated membuktikan bahwa sebuah kisah nyata bisa terasa hidup, dramatis, penuh nilai hidup, dan menegangkan layaknya novel, menginspirasi siapa saja untuk berani melawan keterbatasan demi meraih masa depan.
4. When Breath Becomes Air — Paul Kalanithi
Kalau kamu mencari bacaan biografi yang ditulis sekuat novel penuh emosi, When Breath Becomes Air karya Paul Kalanithi layak melengkapi daftar “5 Rekomendasi Novel Biografi Tokoh yang Ditulis Seperti Cerita Fiksi” bersama Steve Jobs, I Am Malala, serta Educated.
Baca Juga: Butuh Healing? Ini Rekomendasi Novel Feel Good Biar Pikiran Adem Lagi
Buku ini menuturkan kisah hidup Kalanithi, seorang ahli bedah saraf brilian yang harus menghadapi kenyataan menjadi pasien kanker paru-paru stadium akhir di usia muda.
Ditulis dengan refleksi mendalam tentang hidup, mati, keluarga, dan arti warisan intelektual, When Breath Becomes Air membuktikan bahwa kisah nyata pun bisa dikisahkan dengan keindahan narasi layaknya novel tragis, meninggalkan pembaca dengan pelajaran berharga dan keharuan yang mendalam.
5. Night — Elie Wiesel
Kalau kamu ingin membaca kisah hidup yang terasa seintens novel fiksi, Night karya Elie Wiesel wajib kamu pertimbangkan. Dalam Night, Wiesel mengenang horor Holocaust yang ia lalui bersama ayahnya di kamp konsentrasi Auschwitz dan Buchenwald, menggambarkan kehancuran iman, runtuhnya kemanusiaan, dan pergulatan batin dengan narasi pendek, puitis, dan menusuk.
Baca Juga: 5 Novel Romantis Paling Baper yang Bisa Kamu Habiskan Sekali Duduk, Dijamin Bikin Nangis!
Ditulis setajam novel tragedi, buku ini membuktikan bahwa catatan hidup bisa begitu mengguncang, membuat pembaca ikut merasakan keputusasaan, kehilangan, sekaligus daya tahan untuk tetap hidup di tengah kebiadaban sejarah.
Membaca biografi yang ditulis seperti fiksi bukan hanya soal menikmati cerita, tapi juga belajar langsung dari kisah jatuh bangun orang-orang hebat di dunia nyata.
Lima rekomendasi ini membuktikan bahwa hidup bisa lebih dramatis dari film, lebih jujur dari dongeng, dan lebih menggugah dari novel manapun. Jadi, sudah siap tenggelam dalam kisah mereka?
Penulis: Dania Karlita Ningsih Mahasiswa Magang Universitas Brawijaya
Editor : Jauhar Yohanis