JP RADAR NGANJUK- Meja panjang, colokan listrik di setiap sudut, suasana temaram, dan aroma kopi yang menenangkan. Inilah pemandangan yang kini semakin sering dijumpai di kedai-kedai kopi. Bukan sekadar tempat nongkrong, kafe kini menjelma jadi "working space alternatif" bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Tren ini mulai terlihat sejak masa pandemi berakhir. Banyak pelajar, mahasiswa, hingga freelancer muda yang memilih bekerja atau belajar di coffee shop. Dengan membawa laptop dan earphone, mereka memesan satu cup latte lalu duduk berjam-jam menyelesaikan tugas atau proyek digital mereka.
Baca Juga: Wajib Coba! 6 Outfit Nongkrong Gen Z yang Lagi Naik Daun di 2025
Fenomena ini dikenal dengan istilah coffee working space, yaitu perpaduan antara fungsi kafe dan coworking space. Beberapa kafe bahkan kini secara khusus menyesuaikan desain interior mereka: menyediakan Wi-Fi stabil, area duduk yang nyaman untuk laptop-an, dan bahkan colokan di tiap meja.
Kopi dan Koneksi
Tren ini tak lepas dari gaya hidup Gen Z yang sangat lekat dengan teknologi dan konektivitas. Bekerja atau belajar di luar rumah menjadi bagian dari gaya hidup mereka yang dinamis. Selain itu, suasana kedai kopi dianggap mampu meningkatkan fokus dan kreativitas.
Batas Tipis antara Nongkrong dan Produktivitas
Meski disebut tempat kerja, coffee working space tetap punya nuansa santai. Banyak dari mereka yang tetap menyisipkan waktu untuk ngobrol atau sekadar scrolling media sosial. Namun bedanya, semua dilakukan sambil “beraktivitas” baik itu membuat desain, menyusun proposal skripsi, hingga editing konten TikTok.
Baca Juga: Oven Tangkring vs Oven Listrik: Mana Pilihan Terbaik untuk Dapur Anda?
Bagi pelaku usaha kafe, tren ini memberi peluang besar. Beberapa kafe mulai menawarkan paket menu khusus untuk 'pengunjung kerja', seperti menu hemat untuk durasi 3 jam atau diskon refill kopi. Ada pula yang menyediakan ruang khusus untuk meeting atau kelas daring.
Tak hanya itu, tren ini juga memicu munculnya komunitas kreatif. Beberapa pengunjung yang awalnya hanya “berbagi meja” kini membentuk jejaring kerja sama, seperti proyek desain, bisnis digital, hingga konten kolaborasi.
Fenomena coffee working space menunjukkan bahwa gaya kerja Gen Z telah bergeser lebih fleksibel, lebih bebas, dan lebih kreatif. Di balik secangkir kopi, mereka membangun ide, mengejar deadline, dan merancang masa depan.
Jadi, jangan heran jika kamu mampir ke kafe dan melihat sekelompok anak muda yang terlihat sibuk, mereka bukan sekadar nongkrong tetapi mereka sedang bekerja.
Baca Juga: Inilah Manfaat Dari Alat Kecil Diffuser, Bukan Sekedar Pengahrum Ruangan Saja
Penulis: Sabilatul Nur Hartanti- Mahasiswa UIN SATU Tulungagung
Editor : Jauhar Yohanis