JP Radar Nganjuk - Kecemasan atau anxiety adalah hal yang wajar dalam situasi tertentu. Namun, jika rasa cemas muncul terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi itu adalah gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Gangguan ini membuat penderitanya sulit berpikir jernih, mudah panik, hingga merasa tertekan dalam berbagai situasi. Namun tenang, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk meredakannya.
-
Tips Redakan Kecemasan
1. Tarik napas dalam-dalam : Lakukan teknik pernapasan 5-3-5: tarik napas 5 detik, tahan 3 detik, hembuskan 5 detik.
2. Fokus pada aktivitas : Lanjutkan aktivitas harian seperti biasa untuk mengalihkan pikiran.
3. Luangkan waktu untuk diri sendiri : Coba mandi air hangat, matikan ponsel, atau lakukan meditasi ringan.
4. Metode 3-3-3 : Sebutkan tiga benda yang kamu lihat, tiga suara yang kamu dengar, dan gerakkan tiga bagian tubuh.
5. Jangan lupa makan & minum : Gula darah rendah dan dehidrasi bisa memperparah kecemasan.
6. Hindari alkohol : Meski terasa menenangkan sesaat, alkohol justru bisa memperburuk kecemasan dalam jangka panjang.
-
Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan
1. GAD (Gangguan Kecemasan Umum): Kecemasan berlebihan terhadap banyak hal, berlangsung lebih dari 6 bulan.
2. Phobia: Ketakutan ekstrem terhadap objek/situasi tertentu.
3. Fobia Sosial: Takut berinteraksi dan dinilai oleh orang lain.
4. PTSD: Muncul akibat pengalaman traumatis, seperti bencana atau kekerasan.
5. Panic Disorder: Serangan panik mendadak dengan gejala fisik seperti sesak napas dan jantung berdebar.
6. OCD: Dorongan untuk melakukan tindakan berulang guna meredakan kecemasan.
Waspadai Pemicu Anxiety
Stres berlebihan, perubahan hidup, trauma, pola tidur buruk, konsumsi kafein berlebih, hingga tekanan sosial dan media bisa memicu anxiety. Maka, penting untuk mengenali pencetusnya dan memilih strategi meredakan kecemasan yang paling cocok untuk dirimu.
Kalau sudah terasa berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli seperti psikolog atau psikiater. Ingat, tidak apa-apa minta bantuan, karena kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik.
Penulis: Marta - Mahasiswa Magang UIN Sunan Ampel Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis