JP Radar Nganjuk — Anies Baswedan resmi bergabung di Letterboxd, platform media sosial bagi para pencinta film. Kabar ini diumumkan langsung melalui akun X pribadinya (@aniesbaswedan) pada Senin (28/7).
“Penafian: saya bukan sinefil tapi penikmat kasual saja, termasuk jarang nonton, apalagi bikin ulasan. Jadi akunnya buat arsip aja kalau sesekali sempat menulis soal pengalaman menonton yang berkesan,” tulis Anies.
Pembuatan akun Letterboxd Anies bermula dari unggahannya soal film Sore: Istri Dari Masa Depan. Saat itu, ia menanggapi pertanyaan warganet tentang film tersebut dan membagikan kesan mendalamnya. Tindak lanjutnya, ia pun membuka akun Letterboxd untuk mendokumentasikan film-film yang berkesan.
Sebagai penonton kasual, Anies mengaku tidak rutin menulis ulasan, namun tetap antusias berbagi daftar film favoritnya. Di tampilan awal akun Letterboxd miliknya, Anies memilih empat film yang dianggap paling berkesan:
- Tjoet Nja’ Dhien – Film klasik Indonesia tentang pahlawan wanita Aceh yang sarat semangat perjuangan.
- The Godfather – Karya legendaris Francis Ford Coppola yang menjadi rujukan penting di dunia perfilman.
- PK – Film Bollywood dengan kritik sosial dan religi yang dibalut komedi menyentuh.
- Journey of Hope – Film Swiss pemenang Oscar 1991 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik, bercerita tentang migrasi, keluarga, dan harapan.
Baca Juga: Ingin Punya Gaji Dolar dari Rumah? Cek Lowongan G-Mail & Spreadsheet Task Helper Ini!
Letterboxd sendiri adalah media sosial untuk berbagi ulasan, rating, hingga daftar tontonan film. Berdiri sejak 2011, platform ini kini memiliki lebih dari 10 juta pengguna global per 2024. Uniknya, Letterboxd juga punya fitur Wrapped seperti Spotify, yang merangkum kebiasaan menonton pengguna sepanjang tahun.
Langkah Anies bergabung di Letterboxd mendapat sambutan antusias dari warganet. Kehadiran sosok publik figur di ruang diskusi film digital ini menambah warna baru bagi dunia sinema dan penikmatnya di Indonesia.
Penulis: Dania Karlita Ningsih Mahasiswa Magang Universitas Brawijaya
Editor : Jauhar Yohanis