JP Radar Nganjuk — Bukan sekadar komedi, Tinggal Meninggal hadir sebagai dark comedy yang mengajak penonton tertawa sambil merenung. Lewat kisah Gema, pemuda canggung yang mendadak jadi pusat perhatian usai sang ayah meninggal, film ini membongkar dinamika perhatian sosial yang palsu.
Setelah kehilangan ayahnya, Gema (Omara Esteghlal) kaget dengan limpahan empati rekan kerjanya. Namun, kehangatan itu tak bertahan lama. Begitu suasana kantor kembali dingin, Gema terjebak pada pikiran absurd, Siapa lagi yang harus mati agar ia kembali diperhatikan?
Dalam keheningan hidupnya, Gema justru berdialog dengan versi kecil dirinya, potret masa TK yang ‘hidup’ jadi teman bicara. Percakapan aneh antara Gema dewasa dan Gema kecil (Jared Ali) membuka konflik batin seputar rasa sepi, keinginan diakui, hingga imajinasi gelap demi menarik simpati.
Disutradarai Kristo Immanuel, yang juga menulis naskah bersama Jessica Tjiu, film ini memadukan humor getir dengan refleksi kehidupan modern. Imajinari Picture merilis film ini sebagai genre komedi gelap, genre yang jarang disentuh sineas Indonesia, dengan tagline satir “Jangan Meninggal Dulu.”
Lewat Tinggal Meninggal, penonton diajak menertawakan hal-hal pahit, seperti kematian, kesepian, dan absurditas relasi sosial. Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025.
Penulis: Dania Karlita Ningsih Mahasiswa Magang Universitas Brawijaya
Editor : Jauhar Yohanis