Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Musik Bisa Jadi Media Ekspresi Emosional Remaja?

Internship Radar Kediri • Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:20 WIB

Musik adalah Media Ekspresi
Musik adalah Media Ekspresi

JP RADAR NGANJUK- Musik telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi remaja masa kini, lagu bukan hanya sekadar hiburan melainkan juga menjadi media untuk mengekspresikan berbagai emosi yang mereka rasakan. Mulai dari perasaan senang, sedih, hingga momen penuh gejolak seperti jatuh cinta pertama, semua tersalurkan lewat irama dan lirik.

Fenomena ini bukan muncul secara tiba-tiba. Sejumlah riset dari pakar psikologi menunjukkan bahwa remaja cenderung memilih musik sebagai sarana untuk mengatur emosi mereka. Dalam fase kehidupan yang penuh dinamika, mereka menjadikan musik sebagai pelarian yang aman dan jujur. Setiap rasa kecewa, marah, bingung, bahkan kebahagiaan sederhana, seolah memiliki “playlist”-nya masing-masing.

Baca Juga: Bikin Merinding! Ini Cara Komunitas Tuli Rasakan Musik Lewat Getaran dan Gerakan

Mengapa musik menjadi pilihan utama? Jawabannya sederhana: alunan melodi dan lirik lagu mampu menyentuh hati pendengarnya dengan cara yang personal. Musik menghadirkan rasa “terhubung” yang sulit ditemukan dalam bentuk komunikasi lainnya. Itulah sebabnya banyak remaja merasa relate dengan lagu-lagu yang mereka dengarkan karena musik berbicara dalam bahasa perasaan.

Kini, platform seperti Spotify dan TikTok menjadi ladang ekspresi emosional generasi muda. Konten bertema “healing”, “patah hati aesthetic”, hingga “lagu pelarian terbaik” merajai berbagai lini masa. Bahkan, tak sedikit remaja yang mulai menciptakan lirik lagu mereka sendiri, sebagai bentuk jurnal pribadi dalam format audio.

Baca Juga: Musik Bisa Meningkatkan Produktivitas di Tempat Kerja, Fakta atau Mitos?

Tak hanya genre pop, tren musik seperti indie folk, lo-fi beats, hingga instrumental ambient pun kian digemari. Genre-genre ini menawarkan ruang untuk kontemplasi yang tenang, tanpa tekanan. Lagu-lagu semacam ini seolah menjadi teman setia di tengah kesunyian malam, atau pelipur lara saat dunia terasa terlalu bising.

Setiap bait lirik terasa seperti potongan kisah hidup yang sedang mereka alami. Tak jarang, lagu tersebut mewakili isi hati remaja yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Musik, bagi mereka, menjadi cara paling jujur untuk berkata, “Ini yang sedang aku rasakan.”

Baca Juga: Karya Ikonik Lukisan Raden Saleh Menyita Perhatian di Video Musik Jin BTS Don't Say You Love Me

Di era yang serba cepat dan penuh tekanan, musik menjelma sebagai oase emosional. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa di balik setiap earphone yang terpasang, ada hati yang sedang berusaha menyembuhkan diri dengan irama.

Penulis: Sabilatul Nur Hartanti- UIN SATU Tulungagung

Editor : Jauhar Yohanis
#ekspresi #remaja #musik #viral #Lirik #Emosional