JP RADAR NGANJUK - Dunia fashion selalu berputar, dan tren lama pun kembali mencuri perhatian. Dua model celana yang kini kembali bersaing di lemari anak muda adalah celana cutbray dan celana high waist. Meski sama-sama stylish, keduanya punya keunggulan dan karakter yang sangat berbeda. Pertanyaannya: kamu tim cutbray atau tim high waist?
Celana Cutbray:
Celana Cutbray atau flare pants identitik dengan gaya jretrro era 70- an. Potonganya yang membentuk dikaki dengan ketat di bagian paha lalu melebar dibawah lutut. Model ini sempat redup, tapi kini kembali naik daun, terutama dikalangan fashion enthusiast dan selebgram.
Kelebihan:
-
Membuat kaki terlihat lebih jenjang.
-
Cocok untuk gaya vintage, boho, hingga edgy look.
-
Pas dipadukan dengan crop top atau jaket denim.
-
Cocok buat kamu yang ingin tampil beda dan nyentrik.
Tapi sebagai catatn celana cutbray lebih cocok untuk tinggi badan tertentu agar tidak “tenggelam”. Tapi jangan khawatir, triknya cukup pakai heels atau wedges.
Celana High Waist:
Berbeda dengan cutbray yang tampilannya mencolok, celana high waist, memberikan tampilan potongan pinggang tinggi yang menutupi bagian perut. Model ini jadi favorit karena fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai outfit.
Kelebihan:
-
Membuat pinggang terlihat ramping.
-
Menyamarkan perut dan menciptakan ilusi tubuh proporsional.
-
Cocok untuk segala bentuk tubuh.
-
Bisa bergaya kasual, formal, atau semi-formal.
High waist hadir dalam banyak varian: jeans, kulot, slack, hingga jogger. Tidak heran jika model ini jadi “seragam” wajib di kalangan mahasiswi, pekerja kantoran, hingga konten kreator.
Lalu mana yang lebih cocok buat kamu?
Kedua celana ini menawarkan keunikannya masing-masing, dan untuk apa yang cocok buat mu itu tergantung dari gaya personal dan kepercayaan diri. Kalau kamu suka tampil berani dan nyentrik, Cutbray cocok menjadi piliham. Tapi kalau kamu ingin yang aman dan tetap fashionable, high waist juga menjadi pilihan yang tepat. Untuk menyempurnakan outfit, kamu perlu melakukan mix and match yang sesuai.
Baca Juga: Abaya Vs Gamis, Mana yang Lebih Stylish untuk Gen-Z di Kajian Islami?
Penulis: Sabilatul Nur Hartanti- Mahasiswa UIN SATU Tulungagung.
Editor : Miko