JP RADAR NGANJUK-Pecinta film horor Tanah Air siap menyambut kembalinya sosok Jin Ummu Sibyan lewat sekuel bertajuk Menjelang Magrib 2 Wanita yang Dirantai, yang akan tayang mulai 4 September 2025 di bioskop seluruh Indonesia.
Sekuel ini menggabungkan atmosfer horor supranatural dengan kisah sejarah dan kritik sosial yang menggugah.
Baca Juga: Golden Bikin Heboh! Lagu OST KPop Demon Hunters Tembus Billboard & Jadi Viral Global
Ilmu Modern vs Tahayul di Tengah Desa Terpencil
Cerita berfokus pada Giandra (Aditya Zoni), seorang dokter muda lulusan sekolah kedokteran pribumi STOVIA pada era Hindia Belanda.
Ia membaca berita di koran Javasche Courant tentang Layla (Aisha Kastolan), gadis muda yang dipasung di desa terpencil bernama Karuhun karena dianggap mengalami gangguan jiwa.
Baca Juga: The Summer Hikaru Died: Anime Horor Paling Populer Kini Bisa Ditonton di Bilibili Mulai 29 Juli 2025
Berpegang pada ilmu pengetahuan, Giandra menolak cara-cara pengobatan mistis yang masih dilestarikan di desa tersebut.
Ia pun melakukan perjalanan panjang ke desa Karuhun demi menyelidiki kondisi Layla tanpa tahu bahwa ada kekuatan gelap yang tengah menunggu untuk bangkit.
Lebih dari Sekadar Horor: Ini Potret Luka Sejarah
Film ini menampilkan atmosfer mencekam khas waktu magrib, namun juga menyentuh isu sosial dan budaya yang masih relevan. Melalui kisah Layla, film ini mengajak penonton merenungkan bagaimana perempuan kerap menjadi korban dalam sistem sosial yang mengabaikan kesehatan mental dan logika medis.
Baca Juga: Good Fortune (2025): Film Komedi Keanu Reeves & Aziz Ansari, Cek Jadwal Tayang & Sinopsis Lengkap
Diperkuat Aktor Lintas Generasi
Selain trio utama Aditya Zoni, Aurelia Lourdes, dan Aisha Kastolan film ini turut diperkuat oleh Ajeng Fauziah, Muthia Datau, Ageng Kiwi, Shania Sree, Ratu Dewi Imasy, dan Fendi Pradana. Kehadiran mereka menambah kedalaman cerita dan membawa nuansa sejarah yang kuat.
Menjelang Magrib 2 Wanita yang Dirantai akan tayang perdana 4 September 2025. Lebih dari sekadar film horor, ini adalah potret tentang trauma masa lalu, benturan antara ilmu dan kepercayaan, serta suara-suara perempuan yang selama ini dirantai oleh sistem.
Baca Juga: Ketika Mantan Tak Punya Apa-Apa, dan Si Kaya Menggoda Pilihan Lucy di Film Materialis 2025
Dinda Lailli Ningtyas-Mahasiswa UIN SATU Tulungagung