Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Gaya Hidup Komuter KRL: Hemat, Praktis, dan Penuh Cerita

Internship Radar Kediri • Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:44 WIB

KRL
KRL

JP RADAR NGANJUK- Dibalik padatnya gerbong lalu Lalang penumpang tiap pagi dan sore hari, Kereta Rel Listrik (KRL) ternyata menyimpan gaya hidup unik yang kini semakin menjamur, terutama di kalangan pekerja muda dan mahasiswa rantau.

Fenomena komuter KRL bukan sekadar rutinitas harian menuju kantor atau kampus. Lebih dari itu, banyak penumpang justru menjadikan pengalaman naik KRL sebagai bagian dari gaya hidup hemat dan produktif. Waktu perjalanan yang relatif stabil membuat banyak dari mereka bisa membaca buku, mendengarkan podcast, hingga menyelesaikan pekerjaan ringan selama di perjalanan.

Baca Juga: Dompet Digital Mana yang Paling Menguntungkan? Perbandingan OVO, GoPay, dan DANA untuk Pengguna Harian

Selain itu, gaya hidup komuter juga mendorong munculnya tren-tren baru, seperti outfit komuter yang simpel tapi stylish, membawa kopi dari rumah, hingga komunitas penumpang yang saling bertukar info dan tips. Tak sedikit pula yang memanfaatkan waktu di KRL untuk konten media sosial. Mulai dari outfit of the day, video transisi suasana stasiun, sampai review makanan bawaannya.

Harga tiket KRL yang sangat terjangkau menjadi alasan utama kenapa transportasi ini masih jadi primadona. Harga tiket KRL dihitung berdasarkan jarak tempuh, dengan tarif Rp 3.000 untuk 25 kilometer pertama dan Rp 1.000 untuk setiap10 kilometer berikutnya. Di sisi lain, fasilitas pendukung seperti aplikasi KAI Access, pembaruan jadwal real time, hingga keberadaan vending machine di stasiun semakin memudahkan gaya hidup serba cepat dan digital.

Baca Juga: Lagi Tren! Ini 5 Outfit Simpel Mahasiswa yang Bikin Auto Stylish di Kampus

Meski begitu, tantangan seperti antrean saat jam sibuk, kepadatan penumpang, dan keterbatasan tempat duduk masih menjadi keluhan sebagian komuter. Namun, dengan pengelolaan waktu yang tepat, hal tersebut bisa diantisipasi.

Gaya hidup ala komuter KRL kini menjadi bukti bahwa efisiensi bukan berarti kehilangan kenyamanan. Justru, dari perjalanan itulah muncul cerita-cerita yang membentuk karakter, membangun rutinitas yang disiplin, dan menciptakan koneksi antar sesama penumpang.

Baca Juga: Musik Bisa Jadi Media Ekspresi Emosional Remaja?

Penulis: Sabilatul Nur Hartanti- Mahasiswa UIN SATU Tulungagung

Editor : Miko
#kereta api listrik #krl #krl acces #gaya hidup #kendaraan