JP RADAR NGANJUK- Pernah merasa capek dan pengen sendiri setelah nongkrong lama? Itu karena kamu mengalami social satiation kondisi di mana tubuh dan otak merasa "kenyang" setelah terlalu banyak berinteraksi sosial.
Setiap kali kamu ngobrol atau bertemu banyak orang, otak harus bekerja ekstra untuk menyerap berbagai informasi, membaca bahasa tubuh, dan menyesuaikan diri. Sama seperti perut yang penuh setelah makan, otak juga butuh waktu istirahat supaya bisa "recharge".
Apa Itu Social Satiation?
Social satiation adalah kondisi di mana seseorang merasa jenuh atau lelah secara mental dan emosional akibat terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain.
Sama ketika kamu makan sampai kenyang, tubuh memberi sinyal bahwa “cukup sudah,” otak juga mengirim pesan bahwa sudah waktunya istirahat dari keramaian dan obrolan.
Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi biasanya lebih terasa pada orang-orang yang cenderung introvert atau ambivert, yang membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi setelah bersosialisasi.
Baca Juga: Manfaat Air Cucian Beras untuk Wajah: Mencerahkan, Mengencangkan, dan Bikin Awet Muda
Penelitian dari University of California, Berkeley, menunjukkan bahwa interaksi sosial yang intens dapat menyebabkan kelelahan mental karena otak menggunakan sumber daya kognitif yang besar untuk memproses komunikasi dan membaca ekspresi orang lain (Lieberman, 2013).
Untuk mengatasinya, kamu bisa mulai dengan mengenali batas diri dan tidak memaksakan hadir terus-menerus. Jangan lupa juga untuk ambil jeda saat acara ramai, menyediakan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi, dan memilih interaksi yang benar-benar bermakna.
Ingat, bersosialisasi itu penting, tapi tubuh dan pikiran juga butuh istirahat. Keseimbangan antara bergaul dan sendiri adalah kunci supaya kamu tetap sehat dan bahagia.
Fun fact: Otak manusia menggunakan hampir 20% dari total energi tubuh, padahal ukurannya hanya sekitar 2% dari berat badan. Jadi, nggak heran kalau aktivitas sosial yang padat bisa bikin otak cepat ‘kenyang’ dan butuh istirahat.
Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa UN PGRI Kediri
Editor : Jauhar Yohanis