Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Cerpen di TikTok: Sastra Secepat Geseran Layar

Internship Radar Kediri • Kamis, 14 Agustus 2025 | 02:00 WIB

 

 

Aplikasi TikTok
Aplikasi TikTok

JP RADAR NGANJUK-Fenomena cerita pendek atau cerpen kini menemukan rumah baru di platform video singkat seperti TikTok. Dengan durasi hanya beberapa detik hingga satu menit, para kreator mampu merangkai kisah yang padat, emosional, dan langsung mengena di hati penonton.

Tanpa sadar, format ini telah mengubah cara orang membaca dan menikmati cerita. Salah satunya adalah bentuk cerpen ultra-pendek yang hanya membutuhkan 1–3 slide teks atau video singkat dengan narasi suara. 

Baca Juga: Paniki: Rasa Ekstrem dari Dapur Minahasa

Penonton cukup menyimak sambil melihat visual pendukung, dan dalam hitungan detik, sebuah kisah lengkap sudah tersampaikan. Fenomena ini mengundang pertanyaan: Apakah sastra bisa tetap hidup di tengah tren serba cepat?

Dengan bantuan efek visual, musik latar, dan pemilihan diksi yang tepat, cerpen TikTok mampu memunculkan emosi layaknya karya tertulis di buku. Banyak penulis muda memanfaatkan format ini untuk menjangkau audiens yang sebelumnya tidak tertarik membaca. 

Baca Juga: Kenali Istilah Brainrot dan Dampaknya Bagi Otak

Cerita-cerita yang dibawakan sering kali bertema cinta, patah hati, atau renungan hidup singkat, sesuai dengan gaya konsumsi konten pengguna media sosial.

Fenomena ini menimbulkan dua pandangan berbeda. Ada yang melihatnya sebagai peluang emas untuk menghidupkan kembali minat sastra di kalangan generasi digital. 

Baca Juga: Sima: Cerpen Karya Sasti Gotama yang Menggugat Penindasan dan Perampasan Kebebasan

Menulis cerpen tak lagi terbatas pada halaman buku, tapi bisa hadir dalam bentuk visual yang mudah dibagikan. Bagi sebagian orang, cerpen TikTok adalah pintu awal untuk mengenal karya sastra yang lebih panjang.

Namun, ada juga yang menganggap bahwa cerpen TikTok hanya memanjakan budaya konsumsi cepat. Cerita yang dibatasi waktu dan durasi dianggap tidak cukup memberi ruang bagi pengembangan karakter, konflik, atau kedalaman makna. 

Baca Juga: Gak Usah Takut Palsu! Merk Skincare Korea Ini Sudah Tersedia di Shopee Mall!

Karya yang lahir dari tren ini bisa saja viral, tapi belum tentu memiliki kekuatan naratif seperti cerpen konvensional. Meski begitu, kehadiran cerpen TikTok menjadi penanda zaman. Di tengah derasnya arus digitalisasi, sastra beradaptasi dengan medium baru. 

Bentuknya mungkin berubah, namun esensi bercerita tetap bertahan—meski kini hadir dalam durasi yang nyaris sependek napas.

Baca Juga: Menjembatani Karya Sastra dan Generasi Muda melalui Ekranisasi

 

Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#cerita pendek #tiktok #cerpen