JP RADAR NGANJUK-“Beta buka gudang benderanya hilang” Sepenggal dialog di trailer Merah Putih One for All ini awalnya terdengar biasa saja, sampai telinga seorang nona Ambon langsung menangkap kejanggalan.
Alih-alih berlogat timur, suara tokoh itu justru mirip orang Jawa Timur. Kritikan pun meluncur deras dari konten kreator asal Ambon, Biancaddeta, yang tak segan memberi “kuliah singkat” soal logat Timur di media sosial.
Unggahan video kritik itu dibagikan di akun media sosial Biancaddeta pada Selasa, 13 Agustus 2025. Dalam video tersebut, ia mengomentari dialog, “Beta buka gudang benderanya hilang” Biancaddeta kemudian menirukan versi yang menurutnya benar, “Beta buka gudang le, bendera su ilang.” Sambil tertawa kecil, ia menegaskan, “Itu bukan Timur, itu Jawa Timur”.
Kesalahan logat dalam film kerap menjadi sorotan penonton, terutama ketika cerita mengangkat latar daerah tertentu. Detail pengucapan dan intonasi sering dianggap penting untuk menjaga keaslian cerita dan membuat karakter lebih meyakinkan di mata publik.
Komentar pedas ini memicu respons beruntun dari warganet. Hingga Kamis pagi, unggahan tersebut sudah dibanjiri lebih dari 2.400 komentar. Akun @biwa_ganteng menulis, “Iya kenapa nggak cari yang asli timur dah.”
Sementara akun @aull dengan nada bercanda menambahkan, “Beta buka gudang, ada putri Padang,” yang langsung mendapat ratusan tanda suka. Ada juga komentar satir dari @tot, “Beta bayar pajak, anggarannya ilang,” yang ikut mengundang tawa.
Baca Juga: Film Jembatan Shiratal Mustaqim: Horor Spiritual Baru Tentang Koruptor, Tayang Oktober 2025
Namun tak semua komentar bersifat mengolok. Akun @ndu_ndu_store misalnya, menulis, “Terus masalahnya apa? Kalo gak suka yang tinggal gak nonton. Banyak yang dukung karya anak bangsa kok. Buat kalian yang ngehujat Merah Putih One.” Komentar ini memicu perdebatan baru di kolom balasan.
Banyak warganet dari Maluku dan wilayah timur lain mendukung pendapat Biancaddeta, menganggap detail seperti logat harus diperhatikan untuk menjaga keotentikan dan menghormati keberagaman bahasa daerah di Indonesia. Namun, ada pula yang menilai perbedaan logat bukan masalah besar selama cerita dan akting tetap kuat.
Baca Juga: Viral! Bendera Bajak Laut One Piece Gantikan Merah Putih, Sindiran Politik di HUT RI?
Perdebatan ini membuat Merah Putih One for All semakin ramai dibicarakan. Apakah pihak produksi akan melakukan revisi atau tetap mempertahankan versi awal, publik baru akan tahu saat film ini tayang di layar lebar. Yang jelas, sebelum filmnya meluncur, kontroversi logat sudah lebih dulu mencuri sorotan.
Penulis: Annisa Aulia Mujiono-Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis