Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ketika Bahasa Global Menyusup ke Setiap Obrolan

Internship Radar Kediri • Jumat, 15 Agustus 2025 | 17:57 WIB

 

Ilustrasi Bendera Berbagai Negara
Ilustrasi Bendera Berbagai Negara

JP RADAR NGANJUK-Penggunaan kata serapan dari bahasa asing kini sudah merambah ke berbagai lapisan komunikasi sehari-hari.

Kata-kata dari bahasa Inggris, Arab, Jepang, hingga Korea perlahan menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang kita gunakan, baik di percakapan santai, media sosial, maupun dalam pemberitaan.

Baca Juga: Sima: Cerpen Karya Sasti Gotama yang Menggugat Penindasan dan Perampasan Kebebasan

Tanpa sadar, bahasa Indonesia pun mulai dipenuhi istilah asing yang sering kali digunakan tanpa penerjemahan. Dari bahasa Inggris, kita mengenal kata seperti deadline, update, dan meeting.

Dari bahasa Arab, ada kata seperti zakat, iman, dan ikhlas yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari bahasa Jepang, istilah seperti samurai, bento, dan karate hadir melalui pengaruh budaya pop dan kuliner.

Baca Juga: Gak Usah Takut Palsu! Merk Skincare Korea Ini Sudah Tersedia di Shopee Mall!

Sementara itu, dari bahasa Korea, kata seperti oppa, aegyo, dan kimchi mulai akrab di telinga melalui gelombang pengaruh Korea Selatan melalui berbagai media.

Dengan adanya media sosial dan budaya global, kata serapan kian cepat menyebar. Remaja dan anak muda, misalnya, sering menggunakan kata seperti cringe (malu atau canggung), vibes (suasana), atau healing (menenangkan diri) untuk menggambarkan perasaan dan situasi.

Baca Juga: Menjembatani Karya Sastra dan Generasi Muda melalui Ekranisasi

Padahal, bahasa Indonesia memiliki padanan kata yang tak kalah tepat, seperti canggung, suasana, atau menyembuhkan diri. Namun, pilihan tetap jatuh pada kata asing karena dianggap lebih ringkas atau gaul.

Fenomena ini memunculkan dua pandangan berbeda. Ada yang melihat kata serapan sebagai bagian dari perkembangan bahasa yang wajar. Bahasa dianggap hidup dan terus berubah mengikuti zaman.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Novel untuk Belajar Sejarah Indonesia

Penggunaan istilah asing dapat membantu menyampaikan makna yang mungkin sulit diterjemahkan secara tepat ke bahasa Indonesia.

Namun, ada juga yang khawatir bahwa banjirnya kata serapan akan membuat generasi muda melupakan kosakata asli. Jika terlalu bergantung pada bahasa asing, kekayaan dan keunikan bahasa Indonesia bisa terkikis.

Baca Juga: Berkendara Aman dan Tertib, Kunci Keselamatan di Jalan

Di beberapa kasus, orang bahkan menggunakan kata asing tanpa benar-benar memahami maknanya, hanya sekadar mengikuti tren saja.

Perdebatan pun muncul soal batasan penggunaannya. Apakah kita harus selalu mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia, atau membiarkan istilah asing masuk secara alami?

Tidak ada jawaban tunggal, namun yang jelas, setiap kata serapan yang kita gunakan hari ini menjadi cerminan zaman dan budaya yang sedang berkembang. Di tengah derasnya arus globalisasi, bahasa Indonesia masih menjadi bahasa utama—meski kini tampil dengan wajah yang semakin beragam.

Baca Juga: Jeongyeon TWICE Debut Film! Perankan Perawat Militer di New Soldier: The Movie

 

Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#inggris #bahasa #Kata Serapan #gaul #global #korea #istilah #bahasa asing #jepang #arab #obrolan