JP RADAR NGANJUK-My Oxford Year film romantis terbaru yang dibintangi Sofia Carson, menghadirkan kisah cinta yang manis di awal namun perlahan berubah menjadi perjalanan emosional yang menguras air mata mengingatkan pada kisah legendaris Me Before You.
Cerita berpusat pada Anna De La Vega, seorang mahasiswa ambisius asal New York yang rela menunda karier gemilangnya sebagai analis keuangan demi mengikuti program puisi di Universitas Oxford selama satu tahun.
Mimpinya untuk menimba ilmu di kampus legendaris itu akhirnya terwujud, lengkap dengan pesona kota tua, arsitektur bersejarah, dan nuansa akademis yang begitu kental.
Di awal film, penonton disuguhkan suasana penuh warna dan semangat menggambarkan kegembiraan Anna saat memulai kehidupan barunya di Oxford. Namun, titik balik cerita muncul ketika ia jatuh hati pada Jamie Davenport dosen puisi yang karismatik namun menyimpan beban masalah pribadi.
Baca Juga: Kenalan dengan Kim Da-mi, Aktris Mempesona yang Siap Bikin Nostalgia Lewat A Hundred Memories
Hubungan mereka pun berkembang di antara tawa dan luka, membawa penonton pada perjalanan penuh cinta sekaligus duka layaknya kisah Lou dan Will dalam Me Before You.
Menariknya, meskipun Anna adalah tokoh utama, porsi cerita justru banyak bergeser ke konflik pribadi Jamie. Pergeseran ini membuat alur semakin emosional meski sedikit mengurangi kesempatan penonton untuk lebih dalam mengenal sisi personal Anna.
Film ini memanjakan mata lewat momen-momen romantis yang berpadu dengan latar visual Oxford nan memesona. Alurnya mengajak penonton menikmati keceriaan di awal cerita sebelum perlahan membawa mereka ke akhir yang sarat emosi dan meninggalkan rasa haru mendalam.
Tak hanya membintangi, Sofia Carson juga bertindak sebagai produser eksekutif. Keterlibatan ini memberi sentuhan personal pada karakter Anna membuatnya tampil lebih hidup dan otentik di layar.
Baca Juga: Mary Kills People: Ketika Dokter Menjadi Malaikat Maut bagi yang Ingin Mengakhiri Hidup
Secara keseluruhan My Oxford Year menawarkan perpaduan romansa manis dan getir yang dibalut atmosfer akademis Oxford yang autentik. Bagi penikmat kisah cinta dengan drama emosional mendalam film ini menjadi pilihan yang tepat terlebih bagi mereka yang merindukan pengalaman sinema dengan rasa hangat sekaligus perih seperti yang pernah diberikan Me Before You.
Penulis: Dinda Lailli Ningtyas-Mahasiswa UIN SATU Tulungagung
Editor : Jauhar Yohanis