JP RADAR NGANJUK – Dunia kecantikan kini punya tren baru yang tak hanya membuat kulit sehat, tapi juga ikut menjaga laut tetap lestari.
Setelah populer dengan green beauty yang menekankan penggunaan bahan organik dan kemasan ramah lingkungan, kini muncul gerakan Blue Beauty yang fokus melindungi ekosistem laut dari pencemaran produk kecantikan.
Apa Itu Blue Beauty?
Blue Beauty adalah gerakan dalam industri kecantikan yang menekankan perlindungan ekosistem laut. Berbeda dengan green beauty yang fokus pada lingkungan secara umum, blue beauty menyoroti dampak produk kecantikan terhadap lautan. Mulai dari bahan yang digunakan, cara produksi, hingga jenis kemasannya.
Konsep ini dipopulerkan oleh Jeannie Jarnot, pendiri Beauty Heroes, yang menekankan pentingnya produk kecantikan aman untuk kulit sekaligus tidak mencemari laut.
Faktanya, banyak produk yang kita gunakan sehari-hari ternyata bisa merusak ekosistem laut. Salah satunya microbeads, butiran plastik kecil yang dulu sering ada di scrub wajah atau pasta gigi.
Karena ukurannya sangat halus, microbeads tak tersaring dalam proses pengolahan limbah dan akhirnya masuk ke laut. Di sana, partikel ini bisa tertelan ikan hingga memengaruhi rantai makanan manusia.
Contoh Produk Blue Beauty
Beberapa produk yang masuk kategori blue beauty antara lain:
- Sunscreen mineral (mengandung zinc oxide atau titanium dioxide non-nano) yang aman untuk terumbu karang.
- Sabun & sampo batangan tanpa kemasan plastik.
- Scrub alami dari gula, garam, atau kopi sebagai pengganti microbeads.
- Produk lokal ramah lingkungan dengan bahan alami serta botol kaca daur ulang.
Laut menutupi lebih dari 70% permukaan bumi dan menghasilkan lebih dari separuh oksigen di planet ini. Menjaga laut bukan hanya soal pemandangan indah saat liburan, tapi juga soal menjaga kehidupan manusia.
Fun fact: Diperkirakan lebih dari 14.000 ton sunscreen masuk ke laut setiap tahun. Banyak di antaranya mengandung oxybenzone, bahan kimia yang dapat merusak bahkan memutihkan terumbu karang.
Dengan memilih produk blue beauty, kita bukan hanya merawat kulit, tapi juga ikut berkontribusi menjaga kelestarian laut dan bumi.
Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa UN PGRI Kediri
Editor : Miko