JP RADAR NGANJUK-Di tahun 2025, punya satu pekerjaan saja rasanya belum cukup setidaknya menurut banyak anak muda Gen Z. Mereka tidak hanya mengandalkan pekerjaan utama, tapi juga aktif membangun side hustle, alias pekerjaan sampingan, untuk menambah penghasilan, mengejar passion, atau sekadar mencari kebebasan finansial lebih cepat.
Baca Juga: Tips Hemat Anak Kos: Simpan Sayuran Tanpa Kulkas, Tetap Fresh!
Fenomena side hustle culture ini bukan sekadar tren, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup Gen Z. Mereka menjual produk handmade di TikTok Shop, jadi content creator sambil kuliah, ngajar les online, atau bahkan trading crypto dan investasi reksa dana.
Semuanya dilakukan di sela-sela aktivitas utama. Yang menarik, mereka melakukannya bukan karena “terpaksa”, tapi karena merasa seru dan penuh peluang.
Menurut survei Adobe Future Workforce Study , lebih dari 50% Gen Z global di bawah usia 25 tahun menjalani satu atau lebih pekerjaan sampingan, dan jumlah ini terus meningkat tiap tahun. Di Indonesia sendiri, tren ini didorong oleh kombinasi ekonomi digital yang tumbuh pesat, akses internet yang luas, dan media sosial yang membuka banyak peluang penghasilan.
Baca Juga: Viral di TikTok! ‘Ordinary’ Jadi Lagu yang Bikin Pendengar Baper Massal
Menariknya, side hustle kini tak lagi dianggap “kerjaan sampingan”. Banyak anak muda justru lebih bangga menyebut diri mereka sebagai freelancer, entrepreneur, atau digital nomad, daripada karyawan tetap. Fleksibilitas waktu, potensi penghasilan lebih besar, dan kesempatan membangun brand pribadi jadi alasan utama.
Namun, di balik semangat hustle, tantangan juga muncul. Burnout, jam kerja tak menentu, dan tekanan untuk “selalu produktif” bisa menjadi risiko tersendiri. Di sinilah pentingnya manajemen waktu dan batasan kerja agar tidak mengorbankan kesehatan mental dan sosial.
Side hustle bukan sekadar cara cari uang tambahan, tapi sudah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup Gen Z di 2025. Mereka ingin lebih bebas, kreatif, dan mandiri secara finansial bahkan kalau itu artinya harus kerja dari dua hingga tiga layar sekaligus.
Baca Juga: Kenali Istilah Brainrot dan Dampaknya Bagi Otak
Fun fact: Sebuah survei dari Bankrate menunjukkan bahwa banyak orang merasa lebih bahagia saat menjalankan side hustle karena mereka bisa mengejar passion dan mengontrol waktu sendiri dua hal yang kadang sulit didapat dari pekerjaan utama.
Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa UN PGRI Kediri
Editor : Jauhar Yohanis