JP RADAR NGANJUK - Minuman hangat dari dapur ini mungkin terlihat sederhana, tapi manfaatnya luar biasa. Air rebusan jahe, yang sudah digunakan turun-temurun dalam berbagai tradisi pengobatan alami.
Jahe bukan hanya bumbu dapur, tapi juga rempah berkhasiat tinggi yang patut dijadikan bagian dari rutinitas sehat harian.
Salah satu senyawa utama dalam jahe adalah gingerol, yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh National Library of Medicine, gingerol membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan respons sistem imun tubuh terhadap infeksi.
Dengan rutin mengonsumsi air jahe, tubuh menjadi lebih siap melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Tak heran jika minuman ini sering direkomendasikan saat flu menyerang atau saat pergantian musim.
Manfaat Jahe untuk Pencernaan
Air rebusan jahe juga sangat baik untuk menenangkan sistem pencernaan. Beberapa manfaat yang sudah terbukti antara lain:
- Meredakan mual, baik karena mabuk perjalanan, gangguan lambung, maupun kehamilan.
- Mengurangi perut kembung dan begah.
- Membantu melancarkan BAB dan pergerakan usus.Meningkatkan penyerapan nutrisi.
Dalam jurnal BMJ dan Healthline, disebutkan bahwa jahe efektif mengurangi rasa mual dan mempercepat pengosongan lambung, terutama jika diminum sebelum atau setelah makan.
Menjaga Keseimbangan Usus dan Kesehatan Mental
Lebih dari sekadar pencernaan, kesehatan usus juga berhubungan dengan sistem kekebalan dan bahkan suasana hati. Studi tahun 2021 menemukan bahwa konsumsi jahe membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus dan menekan peradangan mikro.
Minum air jahe hangat bisa jadi rutinitas sederhana yang berdampak besar pada keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Jadi, mengapa tidak mulai hari ini? Segelas air jahe hangat bisa jadi langkah kecil menuju tubuh yang lebih sehat dan kuat.
Jahe Sudah Digunakan Sejak 5.000 Tahun Lalu. Dalam pengobatan Ayurveda dan Tiongkok kuno, jahe digunakan sebagai “obat segala” mulai dari masuk angin, mual, hingga gangguan sendi.
Melanie Putri Devianasari - Mahasiswa UN PGRI Kediri
Editor : Miko