Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Belajar dengan Metode Pomodoro: Efektif atau Sekadar Tren?

Internship Radar Kediri • Senin, 18 Agustus 2025 | 20:27 WIB
Ilustrasi Metode Pomodoro
Ilustrasi Metode Pomodoro

JP RADAR NGANJUK-Di era serba digital, mahasiswa memiliki banyak pilihan metode belajar untuk meningkatkan fokus dan produktivitas. Salah satu yang paling populer adalah metode Pomodoro. Teknik belajar ini kerap dibicarakan di media sosial, digunakan dalam berbagai aplikasi produktivitas, bahkan direkomendasikan oleh sebagian dosen.

Namun pertanyaannya, apakah metode ini benar-benar efektif, atau sekadar tren yang viral di kalangan mahasiswa?

Apa Itu Metode Pomodoro?

Metode Pomodoro diperkenalkan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980-an. Nama Pomodoro sendiri berarti tomat dalam bahasa Italia, terinspirasi dari timer dapur berbentuk tomat yang digunakan Cirillo saat mengembangkan teknik ini.

Prinsipnya sederhana:

Konsep ini dirancang untuk menjaga fokus otak agar tidak cepat lelah sekaligus mencegah kebiasaan menunda pekerjaan (procrastination).

Cirillo menemukan bahwa otak lebih mampu bertahan menghadapi tugas berat jika dipecah ke dalam potongan kecil. Ide ini kemudian berkembang menjadi metode manajemen waktu yang kini dipakai di seluruh dunia.

Kelemahan Metode Pomodoro

Meski populer, Pomodoro bukan tanpa kelemahan. Beberapa mahasiswa merasa metode ini justru mengganggu ketika sedang “on fire”. Bayangkan sedang asyik memahami teori ekonomi atau menulis paragraf penting, lalu timer berbunyi dan kamu harus berhenti. Alur yang terbangun bisa buyar.

Selain itu, Pomodoro lebih cocok untuk belajar individu. Diskusi kelompok, brainstorming ide, atau eksperimen laboratorium yang butuh fokus lama, sering kali tidak sejalan dengan interval 25 menit.

Efektif atau Sekadar Tren

Bagi mahasiswa yang sering terdistraksi atau kesulitan konsisten, Pomodoro bisa menjadi penyelamat. Namun, bagi mereka yang terbiasa belajar dalam durasi panjang, metode ini justru bisa terasa membatasi.

Dengan kata lain, Pomodoro bukan “resep ajaib” yang cocok untuk semua orang. Metode ini lebih tepat dianggap sebagai alat bantu fleksibel, yang bisa disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing.

Fun Fact : Sempat Jadi Buku Best Seller. Francesco Cirillo menerbitkan buku berjudul The Pomodoro Technique yang menjelaskan detail metodenya. Buku itu laris manis dan jadi salah satu literatur wajib bagi mereka yang tertarik pada manajemen waktu.

 

Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa UN PGRI Kediri

Editor : Miko
#metode #Pomodoro #waktu #tomat #belajar #Francesco Cirillo