JP RADAR NGANJUK- Tren menanam sayur di halaman rumah atau yang lebih dikenal dengan urban farming semakin populer, bukan hanya di kota besar, tetapi juga mulai digemari di kota kecil. Aktivitas ini dianggap mampu menghadirkan suasana hijau yang menyejukkan sekaligus menjadi solusi hidup sehat dan hemat.
Urban farming merupakan konsep bercocok tanam di lahan terbatas, seperti pekarangan sempit, pot, polybag, hingga metode hidroponik. Tidak hanya sayuran, sebagian warga juga mencoba menanam tanaman obat keluarga (TOGA) hingga buah-buahan mini.
Menjawab Tantangan Hidup Modern
Banyak warga kota kecil kini menyadari pentingnya kemandirian pangan dan gaya hidup sehat. Dengan urban farming, kebutuhan sayuran harian bisa dipenuhi dari halaman sendiri. Selain itu, aktivitas ini juga dinilai efektif menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan.
“Melihat tanaman tumbuh setiap hari memberi rasa puas dan menenangkan. Hasil panennya juga bisa langsung dikonsumsi, lebih segar dan aman,” ungkap seorang pegiat urban farming di Nganjuk.
Metode yang Praktis
Urban farming bisa dilakukan siapa saja, bahkan pemula sekalipun. Ada beberapa metode yang populer:
-
Pot & Polybag: cocok untuk pemula dengan modal kecil.
-
Hidroponik: memanfaatkan air dan nutrisi tanpa tanah, hasilnya cepat panen.
-
Vertical Garden: solusi kreatif bagi rumah dengan lahan terbatas.
Sayuran seperti kangkung, bayam, selada, cabai, hingga tomat, menjadi pilihan favorit karena mudah dirawat dan cepat tumbuh.
Manfaat Ganda
Selain untuk konsumsi pribadi, sebagian warga menjadikan urban farming sebagai peluang bisnis. Hasil panen yang melimpah bisa dijual ke tetangga atau pasar sekitar. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga menambah pendapatan.
Lebih jauh lagi, urban farming turut berkontribusi pada lingkungan. Semakin banyak tanaman hijau di pekarangan, semakin baik kualitas udara yang dihasilkan.
Tren yang Semakin Menguat
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, urban farming menghadirkan ruang untuk kembali dekat dengan alam. Aktivitas ini diyakini akan terus berkembang, terutama di kalangan anak muda yang peduli kesehatan dan lingkungan.
Baca Juga: Bandrek, Dari Dapur Tradisional hingga Jadi Sensasi di Kafe Kekinian
Urban farming bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga cara membangun ketahanan pangan keluarga, menjaga kesehatan mental, sekaligus memperindah rumah.
Penulis: Sabilatul Nur Hartanti-UIN SATU Tulungagung
Editor : Jauhar Yohanis