Journaling dapat membuat kepala terasa lebih ringan. Jika kamu sering merasa lelah memikirkan hal yang sama secara berulang-ulang itu tandanya kamu butuh journaling. Hal ini terjadi karena sering memikirkan segala sesuatu yang menggangu pikiran sendirian. Itulah mengapa ketika kita bercerita kepada orang lain ada perasaan lega. Namun, bagaimana jika tidak ada orang lain yang bisa mendengarkan keluh kesah kita? Inilah saatnya kamu melakukan journaling.
Secara singkat journaling adalah aktivitas menuliskan isi hati dan pikiran di atas kertas. Dengan menulis kamu melepaskan beban pikiran, menemukan jawaban, dan membangun kepercayaan diri.
Esensi dari journaling adalah menulis pikiran dan emosi yang kita rasakan. Journaling terkadang terasa seperti sedang berdialog dengan diri sendiri. Bayangkan kamarmu kotor karena banyak sekali sampah di dalamnya, apa yang akan kamu lalukan?
Apakah hanya sekadar menyemprot pengharum ruangan bisa membuat sumber masalah hilang? Tentu tidak. Ini tidak berbeda dengan isi otak kita. Banyak sampah yang ada di dalam otak. Rasa cemas, khawatir, dan sampah-sampah lain bisa kamu bersihkan dengan journaling ini.
Kegiatan menulis sejatinya memacu otak untukk berpikir mendalam dan kreatif. Sebuah penelitian dari healthline mengungkap bahwa rutinitas menulis berhasil membantu mengatasi stress. Lalu bagaimana cara melakukannya?
Journaling bukan hal yang baru. Kita sudah sering melakukannya sejak kecil tanpa kita sadari. Misalnya, menulis agenda di sekolah, atau menulis pengalaman liburan. Journaling tidak jauh dari hal-hal tersebut. Mulailah dari bangun tidur, tuliskan apa saja yang muncul di kepalamu, tuangkan semua pada sebilah kertas. Jika kamu kesulitan, banyak media sosial yang sudah menuliskan apa yang harus di tulis selama 30 hari menulis journal. Kamu bisa memulai dari sana.
Cara lain adalah merefleksikan apa yang suda terjadi hari ini. Apa kesalahan yang telah kamu buat dan bagaimana kamu menyikapinya, apa saja yang kamu syukuri hari ini, dan apa yang kamu harapkan esok hari. Ini membantu membangun percaya diri dan memiliki mindset yang positif.
Menulis jurnal tidak perlu indah dan puitis, cukup tuliskan apa adanya. Ada sebuah pepatah yang mengatakan jika kamu mampu menuliskan masalah, kamu sudah menyelesaikan setengah dari masalahmu. Jadi, apa yang menundamu untuk melakukan journaling?
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis