JP RADAR NGANJUK-Bayangkan sebuah desa kecil di tengah hutan. Warganya hidup rukun dan damai. Suatu hari, masuklah pendatang asing yang mulai mencuri makanan, menyebabkan panik, stres, dan bahkan kematian massal. Pemakaman penuh sesak — terdengar tragis, bukan?
Banyak orang mengalami ketombe—lebih dari 15–20% populasi Indonesia pernah mengalaminya. KlikDokter menyebutkan bahwa Ketombe adalah pengelupasan kulit mati yang berlebihan di kepala, sering disertai gatal dan rasa tidak nyaman yang bisa menurunkan kepercayaan diri.
Kulit kepala kita adalah habitat bagi berbagai “penghuni”:
- Sel kulit kepala (penduduk asli) dengan siklus hidup normal.
- Mikroba bermanfaat yang menjaga keseimbangan.
- Jamur Malassezia, makhluk ini adalah "pendatang" yang bisa jadi masalah.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kulit Kepala Kering, Ini Penyebab Ketombe yang Sebenarnya!
Jamur Malassezia bisa berkembang terlalu masif, sehingga memicu pengelupasan kulit kepala secara berlebihan.
Beberapa faktor memicu ketombe, di antaranya:
- Minyak berlebih, menjadikan kepala "seperti surga" bagi Malassezia. Kulit kepala yang terlalu kering juga bisa memicu pengelupasan.
- Gangguan kulit seperti dermatitis seboroik atau psoriasis pun memicu ketombe.
- Gaya hidup, termasuk jarang keramas atau stres, memperparah keadaan—karena ketombe bisa saja dipicu oleh meningkatnya minyak akibat stres.
Namun, ternyata Jamur Malassezia tidak selalu musuh. Dalam jumlah normal, mereka justru membantu melindungi kulit kepala dari mikroba berbahaya lainnya. Masalah muncul saat mereka berkembang tidak terkendali. Berikut adalah cara yang dapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan:
Baca Juga: Simak Cara Atasi Ketombe dengan Benar
- Keramas dengan sampo antiketombe yang mengandung zinc pyrithione, selenium sulfide, ketoconazole, atau asam salisilat untuk menekan pertumbuhan jamur
- Jaga kebersihan dan pola makan sehat dengan vitamin B, zinc, dan asam lemak omega-3 agar kulit kepala lebih sehat.
- Atasi stres dan perbaiki gaya hidup untuk membantu menjaga keseimbangan produksi minyak dan kesehatan kulit kepala.
Ketombe adalah hasil dari "pemberontakan mikroba" di kulit kepala kita—dipicu oleh minyak berlebih, kondisi kulit, atau stres. Meski tidak berbahaya, ketombe dapat mengganggu keseharian, terutama dari segi kenyamanan dan kepercayaan diri.
Dengan perawatan yang tepat—sampo anti-ketombe, gaya hidup sehat, dan manajemen stres—desa kecil di atas kepala kita bisa kembali damai. Jadi, jika kamu menemukan serpihan-putih kecil menempel di bahu, ingatlah bahwa itu adalah sinyal kecil agar memberikan perhatian ekstra kepada kulit kepalamu.
Baca Juga: Kenapa Warna Rambut Jadi Abu-Abu? Ini Penjelasannya!
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis