JP RADAR NGANJUK-Pernahkah kamu tiba-tiba merasa seperti “ditarik” ke masa lalu hanya karena mencium parfum tertentu? Misalnya, aroma bunga melati yang membuatmu teringat suasana rumah nenek, atau wangi parfum teman sekolah yang langsung membangkitkan nostalgia masa remaja.
Fenomena ini bukan kebetulan—melainkan hasil kerja unik antara indera penciuman, memori, dan emosi dalam otak manusia. Menurut artikel dari Biology Insights, sistem penciuman memiliki jalur langsung ke sistem limbik—struktur otak yang bertugas mengatur emosi, memori, dan motivasi.
Berbeda dengan indera lain, seperti penglihatan dan pendengaran yang harus melewati “pos pemeriksaan” (thalamus) lebih dulu, aroma bisa langsung mencapai amigdala dan hippocampus, sehingga mampu memicu respons emosional yang intens dan kilas balik memori dengan cepat.
Baca Juga: Tips Memilih Parfum yang Tepat Sesuai Kepribadianmu, Dijamin Bikin Makin Percaya Diri!
Hal ini juga ditegaskan oleh para ahli dari University of Melbourne. Mereka menyebutkan bahwa aroma lebih “melekat” dalam ingatan dibandingkan dengan suara atau gambar, karena lebih jarang tertukar.
Sementara memori visual bisa kabur atau bercampur dengan pengalaman lain, memori bau lebih ikonik—cukup sekali tercium, otak segera menghubungkannya dengan pengalaman spesifik yang pernah dialami.
Menariknya lagi, menurut Cleveland Clinic, indra penciuman tidak melewati thalamus, bagian otak yang biasanya menyaring informasi dari indra lain. Karena itu, aroma bekerja seperti “jalan pintas” menuju pusat emosi dan memori. Itulah mengapa aroma parfum tertentu bisa tiba-tiba menimbulkan rasa haru, rindu, atau bahagia, bahkan sebelum kita menyadari kenangan apa yang sedang muncul.
Sebuah studi di jurnal ilmiah bahkan menemukan bahwa kenangan yang dipicu oleh aroma cenderung lebih emosional dan positif dibanding kenangan yang dipicu oleh kata atau gambar. Ketika sebuah aroma membawa kita kembali pada memori tertentu, biasanya suasana hati kita juga ikut terbawa—entah rasa hangat, nyaman, atau bahkan kerinduan mendalam.
Parfum pada akhirnya bukan hanya cairan wangi dalam botol kaca. Ia bisa menjadi penyimpan rahasia kenangan. Seseorang mungkin membeli parfum baru saat pindah kota, lalu bertahun-tahun kemudian, ketika kembali mencium aroma yang sama, ia langsung teringat pada suasana kamar kos, perjalanan naik kendaraan umum, atau bahkan rasa kesepian yang dulu ia alami.
Dengan kata lain, parfum bekerja sebagai “penanda waktu emosional.” Ia menyimpan memori dalam bentuk yang tidak terlihat, tapi bisa dihidupkan kembali hanya lewat satu tarikan napas.
Baca Juga: Tak Percaya Diri Karena Bau Badan? Begini Cara Alami Biar Tetap Wangi Seharian!
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis