Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Hentikan Trauma Berkepanjangan Akibat Bullying dengan 6 Hal Ini!

Internship Radar Kediri • Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:17 WIB

bullying
bullying
JP RADAR NGANJUK - Bullying bukan hanya menyakitkan saat terjadi, tetapi juga meninggalkan luka yang bisa bertahan lama. Banyak korban merasa minder, takut bersosialisasi, bahkan kehilangan rasa berharga diri. Menurut American Psychological Association (APA), dampak bullying dapat berujung pada masalah kesehatan mental serius, termasuk kecemasan, depresi, hingga risiko PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).

Lalu, bagaimana cara agar trauma ini tidak terus menghantui? Berikut enam langkah yang bisa dilakukan untuk mulai pulih dari luka bullying:

1. Akui dan Validasi Pengalamanmu

Jangan meremehkan apa yang kamu alami. Rasa sakit dan takut yang masih ada adalah respon wajar. Dengan menerima dan memvalidasi perasaan itu, proses penyembuhan bisa dimulai.

2. Hentikan Self-Blaming (Menyalahkan Diri Sendiri)

Ingat, bullying adalah kesalahan pelaku, bukan korban. Berhenti melihat dirimu sebagai masalah adalah langkah penting agar tidak semakin terjebak dalam trauma.

3. Bangun Lingkungan yang Aman

Cari komunitas atau teman yang suportif. Lingkungan positif akan membantumu menumbuhkan kembali rasa aman dan percaya diri.

4. Ekspresikan Diri Lewat Tulisan atau Kegiatan Positif

Tuliskan perasaanmu di jurnal, buat karya seni, atau lakukan kegiatan kreatif. Cara ini bisa membantu menyalurkan emosi dan mencegah perasaan negatif menumpuk.

 

 

 

5. Latih Self-Compassion (Belas Kasih pada Diri Sendiri)

Berhenti mengkritik diri. Ucapkan afirmasi positif seperti “Aku pantas dihargai. Pengalaman burukku tidak mendefinisikan siapa aku sekarang.”

6. Terapi Profesional 

Jika trauma sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu mencari terapis atau konselor. Terapi CBT atau trauma-focused therapy terbukti efektif membantu korban bullying pulih secara mental.

Bullying memang bisa meninggalkan bekas, tetapi luka itu tidak harus menetap selamanya. Dengan dukungan yang tepat dan langkah-langkah penyembuhan, korban bisa kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih sehat.

 

Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Miko
#PTSD #trauma #bullying #anxiety