Lalu, bagaimana cara agar trauma ini tidak terus menghantui? Berikut enam langkah yang bisa dilakukan untuk mulai pulih dari luka bullying:
1. Akui dan Validasi Pengalamanmu
Jangan meremehkan apa yang kamu alami. Rasa sakit dan takut yang masih ada adalah respon wajar. Dengan menerima dan memvalidasi perasaan itu, proses penyembuhan bisa dimulai.
2. Hentikan Self-Blaming (Menyalahkan Diri Sendiri)
Ingat, bullying adalah kesalahan pelaku, bukan korban. Berhenti melihat dirimu sebagai masalah adalah langkah penting agar tidak semakin terjebak dalam trauma.
3. Bangun Lingkungan yang Aman
Cari komunitas atau teman yang suportif. Lingkungan positif akan membantumu menumbuhkan kembali rasa aman dan percaya diri.
4. Ekspresikan Diri Lewat Tulisan atau Kegiatan Positif
Tuliskan perasaanmu di jurnal, buat karya seni, atau lakukan kegiatan kreatif. Cara ini bisa membantu menyalurkan emosi dan mencegah perasaan negatif menumpuk.
5. Latih Self-Compassion (Belas Kasih pada Diri Sendiri)
Berhenti mengkritik diri. Ucapkan afirmasi positif seperti “Aku pantas dihargai. Pengalaman burukku tidak mendefinisikan siapa aku sekarang.”
6. Terapi Profesional
Jika trauma sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu mencari terapis atau konselor. Terapi CBT atau trauma-focused therapy terbukti efektif membantu korban bullying pulih secara mental.
Bullying memang bisa meninggalkan bekas, tetapi luka itu tidak harus menetap selamanya. Dengan dukungan yang tepat dan langkah-langkah penyembuhan, korban bisa kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih sehat.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko