Seorang Psikolog Kristin Neff mengatakan bahwa, self-compassion atau belas kasih pada diri sendiri menjadi kunci untuk hidup lebih tenang dan sehat secara emosional. Lalu, apa itu self-compassion?
Self-compassion berarti memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan ketika menghadapi kegagalan, kesalahan, atau rasa sakit. Neff (2003), peneliti yang pertama kali memperkenalkan konsep ini, menjelaskan bahwa self-compassion memiliki tiga pilar utama yaitu self-kindness, common humanity, dan mindfulness.
Self-kindness berarti memperlakukan diri sendiri dengan lembut, bukan kritik keras. Common humanity menyadari bahwa semua orang pernah berbuat salah atau mengalami kegagalan, sedangkan mindfulness berarti menerima emosi sulit tanpa berlebihan atau menekannya.
Sebuah studi dari University of Texas menemukan bahwa self-compassion membantu seseorang bangkit lebih cepat dari kegagalan, dan lebih sedikit mengalami stress maupun depresi. Bagaimana melatih self-compassion?
1. Ubah Cara Bicara pada Diri Sendiri
Coba perhatikan dialog internalmu. Apakah kamu sering berkata, “Aku bodoh,” atau “Aku selalu gagal”? Ganti dengan kalimat lebih lembut, misalnya, “Aku memang belum berhasil kali ini, tapi aku bisa belajar.”
2. Perlakukan Diri seperti Sahabat
Bayangkan bagaimana kamu menenangkan sahabat yang sedang terpuruk. Kata-kata apa yang akan kamu berikan? Cobalah perlakukan dirimu dengan cara yang sama.
3. Terima Sisi Kemanusiaanmu
Ingat bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan. Menyadari bahwa kita tidak sendirian dalam penderitaan membuat rasa bersalah terasa lebih ringan.
4. Latih Mindfulness
Luangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk menyadari perasaanmu tanpa menghakimi. Teknik sederhana seperti menarik napas dalam dan mengamati pikiran bisa membantu menenangkan emosi.
5. Buat Jurnal Self-Compassion
Tuliskan pengalaman sulit, lalu jawab dengan nada penuh belas kasih. Misalnya: “Hari ini aku merasa gagal, tapi itu bagian dari proses. Aku masih layak dicintai.”
Self-compassion akan membuat kita Lebih tenang dalam menghadapi kegagalan, meningkatkan motivasi karena tidak tenggelam dalam kritik diri, dan memperkuat hubungan interpersonal, karena seseorang yang bisa berbelas kasih pada diri sendiri lebih mudah berempati pada orang lain.
Self-compassion bukan tentang memanjakan diri, melainkan seni memaafkan dan memahami diri sendiri. Dengan menerima ketidaksempurnaan, kita bisa melangkah lebih ringan. Jadi, mulai sekarang, cobalah perlakukan dirimu dengan kelembutan yang sama seperti yang kamu berikan pada orang lain.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko