JP RADAR NGANJUK-Dalam beberapa tahun terakhir, tren diet semakin beragam. Ada yang memilih keto, ada yang mengandalkan clean eating, ada pula yang mengikuti pola Intermittent Fasting. Bagi banyak orang yang sibuk dan ingin menurunkan berat badan dengan cepat, diet OMAD (One Meal A Day), yaitu pola makan di mana seseorang hanya makan satu kali dalam sehari, terdengar seperti solusi praktis.
Sesuai namanya, pola makan ini hanya mengizinkan seseorang untuk makan satu kali sehari dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam rentang 1 jam saja. Sisanya, tubuh hanya diberi cairan tanpa kalori, seperti air putih, teh, atau kopi hitam. Namun, benarkah cara ini efektif dan aman untuk jangka panjang?
Apa Itu Diet OMAD?
OMAD adalah salah satu bentuk ekstrem dari intermittent fasting. Kalau intermittent fasting populer dengan pola 16:8 (puasa 16 jam, makan 8 jam), OMAD hanya memberi kesempatan makan sekali sehari. Misalnya, seseorang hanya makan pukul 7 malam, lalu berpuasa lagi hingga 24 jam berikutnya. Tujuannya sederhana: mengurangi total kalori harian secara signifikan sehingga tubuh dipaksa membakar cadangan energi (lemak).
Baca Juga: Mitos vs Fakta Diet Keto: Tren Hits yang Bikin Banyak Orang Salah Paham
Manfaat Diet OMAD
Beberapa penelitian dan pengalaman orang yang menjalani OMAD menunjukkan manfaat berikut:
- Menurunkan berat badan lebih cepat. Karena kalori yang masuk jauh lebih sedikit.
- Meningkatkan fokus. Banyak orang merasa lebih ringan dan tidak ngantuk karena tubuh tidak terus-menerus mencerna makanan.
- Melatih disiplin. Pola makan ini menuntut konsistensi, sehingga membantu melatih kontrol diri.
Risiko Diet OMAD
Namun, bukan berarti OMAD tanpa sisi negatif. Risiko yang mungkin muncul antara lain:
- Kekurangan nutrisi. Hanya makan sekali sehari bisa membuat asupan vitamin, mineral, dan protein tidak tercukupi.
- Gangguan pencernaan. Makan dalam porsi besar sekaligus bisa menyebabkan sakit perut, kembung, atau asam lambung.
- Energi turun drastis. Tidak semua orang cocok, apalagi yang punya aktivitas fisik berat.
- Efek psikologis. Bisa memicu pola makan tidak sehat (binge eating atau makan berlebihan di jam makan).
Baca Juga: Susu Kedelai: Solusi Diet Alami yang Sering Diremehkan
Tips Aman Kalau Mau Coba OMAD
Jika kamu tertarik mencoba diet ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih makanan bergizi. Jangan hanya makan mie instan atau junk food; pastikan ada protein, sayur, dan karbohidrat kompleks.
- Minum cukup cairan. Air putih penting agar tubuh tidak dehidrasi.
- Mulai bertahap. Jangan langsung lompat ke OMAD, bisa coba 16:8 atau 20:4 dulu.
- Dengarkan tubuh. Jika merasa pusing, lemas, atau tidak fokus, segera hentikan.
- Konsultasi ke dokter. Terutama kalau punya penyakit tertentu.
Jadi, Apakah OMAD Layak Dicoba?
Diet OMAD memang menarik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan secara cepat dan simpel. Tapi, pola makan ini tidak cocok untuk semua orang. Jika ingin mencoba, pastikan tubuhmu siap, pilih makanan dengan bijak, dan jangan lupa mendengarkan sinyal tubuh. Pada akhirnya, diet bukan hanya soal cepat kurus, tapi bagaimana menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: Gagal Diet Terus? Intip Perbandingan Diet Mediterania dan Intermittent Fasting yang Wajib Kamu Tahu!
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis