JP RADAR NGANJUK-Sunscreen adalah langkah penting untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar UV. Namun, banyak orang masih bingung memilih bentuk sunscreen yang sesuai kebutuhan. Padahal, tekstur dan formula sunscreen bisa memengaruhi kenyamanan pemakaian sekaligus efektivitas perlindungan. Menurut artikel dari Alodokter, berikut berbagai bentuk sunscreen yang umum digunakan:
1. Sunscreen Cream
Sunscreen berbentuk cream biasanya memiliki tekstur lebih kental dan lembap. Bentuk ini sangat cocok untuk kulit kering atau normal karena mampu menjaga kelembapan kulit sambil memberikan perlindungan dari sinar matahari. Cream sunscreen juga lebih tahan lama, sehingga ideal dipakai saat aktivitas di luar ruangan yang cukup lama.
Solusi: gunakan sunscreen cream di pagi hari setelah moisturizer, terutama jika kulitmu cenderung kering atau sering terasa ketarik.
2. Sunscreen Gel
Sunscreen dengan tekstur gel lebih ringan, cepat meresap, dan tidak meninggalkan rasa lengket. Gel sangat direkomendasikan untuk kulit berminyak atau kombinasi karena tidak menambah kilap berlebih di wajah. Selain itu, sunscreen gel terasa segar saat dipakai, sehingga nyaman digunakan di iklim tropis yang panas.
Solusi: pilih gel sunscreen jika kamu mudah berkeringat atau sering beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Perlukah Pakai Sunscreen Saat Mendung?
3. Sunscreen Lotion
Lotion memiliki tekstur yang lebih cair dibanding cream, sehingga mudah diratakan dalam jumlah besar. Bentuk ini sering dipilih untuk melindungi kulit tubuh karena lebih mudah diaplikasikan ke area luas seperti tangan dan kaki. Lotion juga tersedia dalam ukuran besar sehingga praktis untuk penggunaan keluarga.
Solusi: gunakan lotion sunscreen saat liburan di pantai atau kegiatan outdoor, dan pastikan mengaplikasikannya ulang setiap 2–3 jam.
4. Sunscreen Spray
Sunscreen berbentuk spray menawarkan kemudahan dan kepraktisan. Cukup disemprotkan, produk bisa menjangkau area kulit dengan cepat. Namun, salah satu kelemahannya adalah sulit memastikan apakah perlindungan sudah merata. Karena sifatnya ringan, spray sering dijadikan pilihan untuk re-apply di siang hari.
Solusi: semprotkan secara menyeluruh dan ulangi pemakaian terutama setelah berenang atau berkeringat.
5. Sunscreen Stick
Sunscreen stick memiliki bentuk padat, mirip lip balm atau deodorant roll-on. Keunggulannya adalah praktis digunakan tanpa harus menyentuh kulit dengan tangan, sehingga lebih higienis. Bentuk ini cocok untuk area tertentu seperti wajah, leher, telinga, atau punggung tangan. Stick sunscreen juga nyaman dipakai ulang di atas makeup tanpa merusaknya.
Solusi: selalu bawa stick sunscreen di tas untuk touch up cepat saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Kenapa Sunscreen Penting? Ini Manfaat yang Sering Diabaikan!
6. Sunscreen Tinted
Selain bentuk fisik seperti cream atau gel, kini ada juga tinted sunscreen yang sekaligus berfungsi sebagai base makeup. Produk ini mengandung pigmen warna sehingga bisa meratakan warna kulit, mengurangi tampilan noda, dan melindungi dari sinar UV sekaligus.
Solusi: gunakan tinted sunscreen jika ingin tampil praktis tanpa foundation, terutama untuk aktivitas sehari-hari.
Tips Memilih dan Menggunakan Sunscreen dengan Benar
- Pilih bentuk sunscreen sesuai jenis kulit (cream untuk kulit kering, gel untuk berminyak, lotion untuk area tubuh, spray dan stick untuk re-apply).
- Gunakan jumlah yang cukup: sekitar 2 jari penuh untuk wajah dan leher.
- Jangan lupa mengulang pemakaian setiap 2–3 jam, terutama saat terpapar matahari langsung.
- Perhatikan label “broad spectrum” agar kulit terlindungi dari UVA dan UVB.
- Sesuaikan dengan aktivitas: misalnya, pilih yang tahan air jika sering berenang atau olahraga.
Melindungi kulit dari sinar matahari bukan hanya soal SPF tinggi, tetapi juga menemukan bentuk sunscreen yang paling cocok dengan gaya hidup dan kondisi kulitmu. Dengan pemilihan yang tepat, sunscreen akan terasa nyaman digunakan sehari-hari sehingga lebih konsisten dalam melindungi kulit.
Baca Juga: Physical Sunscreen vs Chemical Sunscreen: Mana yang Lebih Cocok untuk Kulitmu?
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko