Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengapa Otak Lebih Mudah Mengingat Lagu daripada Teks Biasa?

Internship Radar Kediri • Senin, 8 September 2025 | 19:08 WIB
Otak Manusia Lebih Mudah Mengingat Sesuatu Melalui Lagu
Otak Manusia Lebih Mudah Mengingat Sesuatu Melalui Lagu

JP RADAR NGANJUK-Coba pikirkan, kapan terakhir kali kamu menghafal nomor telepon atau paragraf panjang dengan cepat? Mungkin butuh waktu lama. Tapi anehnya, tanpa usaha besar, kita bisa dengan mudah mengingat lirik lagu dari masa kecil—bahkan lagu iklan yang hanya terdengar sekali dua kali. Fenomena ini sering membuat orang heran, mengapa otak begitu cepat menyimpan lagu, tetapi sulit menyimpan teks biasa?

1. Musik Memanfaatkan Ritme dan Melodi

Ritme dalam musik bertindak sebagai “pola” yang membantu otak mengelompokkan informasi. Saat teks biasa dibacakan, otak hanya menerima rangkaian kata. Tapi ketika kata-kata itu disusun dalam bentuk lagu, melodi dan ketukan menciptakan struktur yang membuatnya lebih mudah diingat. Itulah mengapa anak-anak lebih cepat hafal alfabet melalui lagu “ABC” ketimbang sekadar membaca huruf satu per satu.

Baca Juga: Menelusuri Simbol dan Imaji Cinta dalam Lagu Juwita Malam Karya Ismail Marzuki

2. Melibatkan Emosi dan Sistem Hadiah Otak

Musik tak hanya melibatkan pendengaran, tetapi juga emosi. Artikel National Institutes of Health (2020) menunjukkan bahwa mendengar musik dapat merangsang pelepasan dopamin, zat kimia otak yang berhubungan dengan rasa senang. Ketika emosi ikut terlibat, ingatan pun jadi lebih kuat. Inilah sebabnya lagu sering kali memunculkan memori tertentu—misalnya, lagu lama yang membuat kita langsung teringat masa sekolah.

3. Aktivasi Multi-Area dalam Otak

Berbeda dengan teks biasa, musik mengaktifkan banyak area otak sekaligus: area bahasa, pendengaran, motorik (saat kita ikut mengetuk atau bersenandung), bahkan visualisasi. Aktivasi yang luas ini membuat memori terkait musik lebih kaya dan lebih sulit hilang. Sebuah studi dalam Brain (2015) bahkan menemukan bahwa pasien Alzheimer bisa tetap mengingat lagu meski sudah melupakan banyak hal lain.

Baca Juga: Lagu Upbeat: Cara Seru Mengurangi Rasa Lelah

4. Adanya Pola Repetisi

Lagu sering diulang-ulang, baik dalam lirik maupun melodi. Repetisi ini membuat otak semakin mudah menyimpannya ke memori jangka panjang. Itulah sebabnya lagu iklan (jingle) sangat efektif menempel di kepala, bahkan tanpa kita sadari.

Mengingat teks panjang bisa jadi sulit karena otak harus memproses kata-kata tanpa bantuan pola, emosi, atau pengulangan. Sebaliknya, lagu menawarkan paket lengkap: ritme, melodi, emosi, aktivasi otak yang luas, serta repetisi. Semua faktor ini bekerja bersama-sama sehingga otak lebih mudah mengingat lagu daripada teks biasa.

Jadi, kalau kamu sedang kesulitan menghafal sesuatu, mungkin bisa dicoba dengan cara menjadikannya lagu atau memberi irama tertentu. Bukan hanya lebih cepat diingat, tapi juga lebih menyenangkan.

Baca Juga: Tabola Bale, Lagu yang Dinyanyikan Usai Upacara HUT Kemerdekaan RI: Gairah Pop dari Timur dan Minang

 

Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#teks #repetisi #Ritme #emosi #POLA #otak #lagu #ingatan