Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Pecinta Sayur Wajib Tahu! Nggak Semua Selada Sama, Ini Bedanya!

Abdurahman • Selasa, 16 September 2025 | 18:45 WIB
Berbagai Jenis Selada
Berbagai Jenis Selada

JP RADAR NGANJUK-Selada adalah salah satu sayuran daun yang sering hadir dalam salad, burger, hingga lalapan. Sayuran ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga kaya vitamin, mineral, dan serat. Menariknya, selada memiliki banyak jenis dengan bentuk, tekstur, dan rasa yang berbeda. Berikut beberapa jenis selada yang populer dan sering digunakan.

1. Selada Romaine

Romaine dikenal dengan daunnya yang panjang, tegak, dan renyah dengan tulang daun tebal di tengah. Rasanya segar sedikit pahit, membuatnya cocok untuk salad bertekstur kaya. Jenis ini paling sering digunakan dalam Caesar Salad, salah satu salad klasik dunia. Romaine juga dapat dipadukan dengan berbagai dressing, baik creamy seperti Caesar dressing maupun ringan seperti minyak zaitun dan lemon.

2. Selada Keriting (Leaf Lettuce)

Jenis ini sangat populer di Indonesia karena mudah ditemui di pasar. Daunnya berombak atau keriting dengan warna bervariasi dari hijau cerah hingga kemerahan. Teksturnya lembut dengan rasa agak manis, menjadikannya favorit sebagai lalapan pendamping sambal, campuran mi ayam, atau garnish pada bakso. Dalam salad, selada keriting sering dipilih untuk memberi kesan “berisi” karena bentuk daunnya yang lebar dan berlapis.

Baca Juga: Sehatkah Hidup Tanpa Sayur dan Buah?

3. Selada Iceberg

Selada iceberg berbentuk bulat rapat seperti kubis, dengan daun tebal berlapis yang berair. Teksturnya sangat renyah dengan rasa netral atau sedikit manis. Iceberg sering dijadikan isian burger, sandwich, dan wrap rendah kalori sebagai pengganti roti. Karena daunnya berlapis-lapis, selada ini juga sering digunakan untuk menyajikan salad wrap. Namun, perlu hati-hati saat memotongnya: gunakan tangan atau pisau plastik agar daunnya tidak cepat berubah kecokelatan.

4. Selada Butterhead

Butterhead, atau dikenal juga sebagai Boston lettuce, memiliki daun tipis, lembut, dengan rasa agak manis dan buttery. Bentuk daunnya lebar sehingga sering dijadikan pembungkus makanan, misalnya lettuce wrap ala Korea yang digunakan untuk menyantap daging panggang (samgyeopsal). Karena daunnya mudah layu, butterhead sebaiknya disimpan dalam suhu dingin dan dikonsumsi segera setelah dipetik agar kesegarannya terjaga.

5. Selada Cos (Little Gem)

Mirip dengan romaine tapi ukurannya lebih kecil, selada cos atau little gem memiliki rasa manis yang lebih lembut. Cocok disajikan sebagai salad mini atau dipanggang utuh lalu diberi taburan keju dan dressing ringan. Karena ukurannya kecil, selada ini sering dijadikan hiasan piring (plate garnish) dalam hidangan fine dining.

Baca Juga: 10 Buah dan Sayur Ini Akan Cepat Rusak Jika Disimpan di Kulkas

6. Selada Batavia

Jenis ini berdaun besar, agak keriting, dengan warna hijau tua. Rasanya segar tanpa pahit, menjadikannya salah satu favorit untuk salad sederhana maupun lalapan khas Nusantara. Di Eropa, selada batavia sering dipakai sebagai dasar salad musim panas karena teksturnya tidak terlalu rapuh, sehingga bisa menahan dressing lebih lama.

7. Selada Berdaun Pahit (Bitter-leaved atau Endive)

Selada berdaun pahit (bitter-leaved) dikenal juga sebagai endive. Daunnya ramping dengan warna hijau keputihan hingga kemerahan. Karena rasanya cukup pahit, endive biasanya dimasak dulu dengan cara direbus dalam kaldu atau dipanggang perlahan. Hasilnya, rasa pahit berkurang dan menjadi sayuran gurih yang nikmat. Endive juga sering disajikan dalam braised dishes sebagai pelengkap main course di restoran Eropa.

8. Selada Air (Watercress)

Selada air memiliki daun kecil, hijau tua, dengan batang renyah berair. Rasanya unik: segar dengan sentuhan pahit dan pedas ringan. Selain mentah untuk salad, selada air juga populer ditumis sebentar bersama bawang putih. Versi mininya, micro watercress, sering digunakan sebagai garnish elegan pada makanan modern.

9. Selada Lolo Rosso Merah (Red Leaf Lettuce)

Selada dengan daun berombak berwarna merah keunguan ini sangat populer di salad campuran. Teksturnya lembut, rasa sedikit pahit, tapi memberi kesan mewah pada hidangan. Jenis selada ini sering dipadukan dengan selada hijau lain untuk menciptakan kontras warna yang menarik di piring.

Baca Juga: 7 Cara Makan Lebih Banyak Sayur Meski Sibuk Seharian

10. Arugula (Rocket Leaf)

Arugula memiliki daun berwarna hijau tua dengan bentuk lonjong bergelombang. Rasanya cukup tajam: sedikit pahit dengan sentuhan pedas ringan yang memberi kejutan segar pada salad. Arugula sering digunakan dalam salad sederhana dengan dressing minyak zaitun, lemon, dan garam. Secara botani arugula bukan termasuk selada, tapi karena sering digunakan dalam salad dan diperlakukan layaknya selada, sayuran ini sering dianggap bagian dari keluarga ‘selada’ dalam dunia kuliner. 

Mengonsumsi berbagai jenis selada bukan hanya menyegarkan, tetapi juga membawa banyak manfaat kesehatan. Selada kaya akan vitamin A, C, dan K yang baik untuk mata dan kulit, serta mengandung serat yang mendukung pencernaan. Kandungan airnya yang tinggi juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Selain itu, karena rendah kalori, selada menjadi pilihan tepat untuk menu diet.

Kesimpulannya, selada hadir dalam banyak variasi dengan rasa dan tekstur unik, mulai dari renyahnya iceberg hingga lembutnya butterhead. Mencoba berbagai jenis selada dapat membuat menu sehari-hari lebih sehat sekaligus tidak membosankan.

Baca Juga: 7 Cara Makan Lebih Banyak Sayur Meski Sibuk Seharian

 

Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#Sayu #selada iceberg #selada keriting #selada cos #selada air #selada